RBN || Jakarta
Bagi sebagian orang, kafe adalah tempat singgah untuk menyeruput kopi dan melepas lelah. Namun bagi Dania, kafe justru menjadi sumber inspirasi dan titik awal perjalanan bisnisnya. Hal ini disampaikan oleh pengusaha muda, I Dewa Ayu Dania Adnyani, pada tayangan Bincang Online Inspiratif (BIONS) Seri 280 di Zoom dan YouTube, Sabtu (1/11).
“Dulu saya sering nongkrong di kafe untuk mencari ide. Dari situ muncul gagasan untuk punya kafe sendiri. Awalnya hanya karena ingin hemat dan punya passion di dunia kuliner,” ujar Dania.
Meski begitu, langkahnya tak semudah menyeruput secangkir kopi. Ia mengaku sempat takut memulai karena modal terbatas dan menyadari kafe tak mungkin langsung ramai.
“Tapi bagi saya, yang penting profesional. Meskipun punya kafe sendiri, tetap harus bayar, cuma bisa pakai diskon,” tambahnya.
Ketika banyak pengusaha memilih lokasi dulu baru menentukan produk, Dania justru memulai dari arah sebaliknya. Produk sudah ada — tinggal mencari tempat yang tepat sebagai etalase.
“Sambil mencari lokasi, saya terus menyempurnakan rasa karena selera orang berbeda-beda,” ungkapnya.
Dania ingin kafe miliknya bukan sekadar tempat minum kopi, tetapi ruang yang menghadirkan cita rasa unik dan suasana nyaman.
Dalam perjalanan membangun Café Bions, berbagai tantangan datang silih berganti. Mulai dari membuat layout sesuai konsep, memilih lokasi yang pas dengan anggaran terbatas, hingga urusan teknis seperti air, listrik, dan perlengkapan.
Setelah kafe berdiri, muncul tantangan baru: manajemen, karyawan, dan pelayanan pelanggan.
“Semua tantangan itu bukan alasan untuk berhenti, tapi justru jadi peluang menambah ilmu. Setiap proses memberi pengalaman berharga,” ujar Dania.
Keunikan Café Bions terletak pada keberaniannya menggabungkan cita rasa tradisional dengan nuansa modern. Bila kafe lain menyajikan roti dan pastry, Café Bions justru menghadirkan jajanan pasar seperti klepon untuk menemani kopi.
Inspirasi itu datang dari masa kecil Dania, saat sang ibu sering membawa pulang jajanan pasar untuk dinikmati bersama kopi di pagi hari.
“Jarang ada kafe yang menjual klepon karena dianggap ribet dan tidak tahan lama. Padahal peminatnya masih banyak. Saya ingin klepon naik kelas dan disukai anak muda,” ujarnya.
Kini Café Bions menawarkan berbagai varian kekinian seperti klepon tiramisu, matcha, hingga nutella, selain versi klasik dengan gula aren asli Bali. Tak hanya menjual produk, kafe ini juga mengedukasi pengunjung bahwa kopi bisa berpadu nikmat dengan jajanan tradisional.
Melalui paket hemat “kopi + klepon”, Dania berhasil memperkenalkan kombinasi unik ini ke generasi muda — dan ternyata, banyak yang jatuh cinta pada perpaduan rasa tersebut.
Bagi Dania, keberhasilan cafe tak hanya diukur dari cita rasa. Pelayanan dan kenyamanan menjadi prioritas utama.
“Kalau kita melayani pelanggan dengan mood jelek, energi itu bisa menular. Jadi penting menjaga suasana hati, kebersihan, dan kenyamanan,” jelasnya.
Karena lokasi Café Bions dominan outdoor, Dania menambahkan kipas angin dan memperbanyak tanaman beraroma wangi agar pengunjung tetap nyaman dan betah.
Dania percaya bahwa membangun bisnis bukan hanya soal modal dan strategi, tapi juga membutuhkan mental yang kuat.
“Dalam usaha pasti ada kritik dan tantangan. Kita harus siap mendengar dan tetap fokus pada solusi. Kesedihan itu wajar, tapi jangan berhenti di situ,” ujarnya.
Bagi Dania, setiap kesulitan adalah bagian dari perjalanan menuju kesuksesan.
“Nanti semua itu akan jadi memori indah. Bahwa dulu, saya pernah melewati masa-masa sulit itu dan tetap berdiri. Yang penting adalah niat, berani, dan jangan takut memulai dari bawah,” tutup Dania.











