BIONS 306: Kisah Luciana Sekolah di Hong Kong, Belajar Disiplin hingga Bahasa Chinese

  • Share
Bincang Online Inspiratif (BIONS) Seri 306

RBN || Jakarta

Belajar di luar negeri menjadi pengalaman berharga bagi Luciana Abbas Garrod. Siswi yang kini menempuh pendidikan di Sir Ellis Kadoorie Primary School Hong Kong itu mengaku mendapat banyak pengalaman baru, mulai dari belajar bahasa asing hingga memahami kedisiplinan yang diterapkan di sekolah. Hal ini diungkapkan dalam tayangan Bincang Online Inspiratif (BIONS) Seri 306, Sabtu (9/5/2026).

Luciana mengatakan, selama bersekolah di Hong Kong ia mempelajari berbagai mata pelajaran seperti bahasa Inggris, bahasa Chinese atau Mandarin, matematika, hingga ilmu sosial. Dalam sehari, ia bisa mengikuti tujuh sampai delapan mata pelajaran.

Meski banyak pelajaran yang dipelajari, Luciana mengaku paling menyukai pelajaran seni, khususnya menggambar.

“Aku lebih suka pelajaran seni, seperti menggambar rumah karena sulit sehingga ada tantangan tersendiri,” ujar Luciana.

Selain belajar menggambar, Luciana juga terbiasa menulis dan berdiskusi dalam pelajaran bahasa Inggris. Ia pun belajar berbicara bahasa Chinese karena lingkungan di Hong Kong sehari-hari menggunakan bahasa Inggris dan Chinese.

Menurut Luciana, ada banyak perbedaan antara sekolah di Hong Kong dan Indonesia, terutama soal disiplin waktu. Ia harus berangkat sekolah sejak pukul 07.20 agar tidak terlambat dan terhindar dari hukuman.

Ia menjelaskan, guru-guru di Hong Kong sebenarnya baik kepada murid. Namun, jika siswa melanggar aturan, pihak sekolah tidak segan memberikan punishment atau hukuman.

“Di sini jika telat datang ke sekolah, pintu gerbang ditutup dan guru akan membuka pintu serta memberikan buku informasi tentang keterlambatan siswa yang harus ditandatangani oleh orang tua,” katanya.

Luciana juga menceritakan kebiasaannya setiap akhir pekan bersama teman-teman sekolah. Mereka biasanya bermain bersama sebelum belajar.

“Setiap hari Minggu belajar dan bermain bersama teman, kami bermain dulu kemudian belajar,” ujarnya.

Meski kini sudah mulai terbiasa, Luciana mengaku sempat mengalami kesulitan saat pertama kali bersekolah di Hong Kong. Kendala terbesar yang ia hadapi adalah bahasa Inggris karena sebelumnya lebih sering menggunakan bahasa Indonesia.

Namun, ia merasa terbantu karena teman-teman sekelasnya ikut membantu belajar bahasa Inggris.

Seiring waktu, Luciana mulai menikmati pelajaran bahasa Chinese dan merasa bahasa tersebut menyenangkan untuk dipelajari lebih dalam.

Di luar kegiatan sekolah, Luciana memiliki hobi bermain sepak bola dan lari. Ia bahkan telah mengoleksi beberapa medali dari cabang atletik.

“Saya suka sepak bola karena melihat orang-orang pandai memainkannya jadi saya ikut mencoba bermain,” ujar Luciana.

Melalui pengalamannya bersekolah di luar negeri, Luciana berharap pendidikan di Indonesia dapat semakin disiplin dan para guru lebih peduli terhadap kondisi siswa di sekolah.

Ia juga berharap kasus perundungan atau bullying bisa diminimalkan agar lingkungan belajar menjadi lebih aman dan nyaman bagi para pelajar.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *