RBN || Jakarta
Upaya melestarikan budaya sekaligus memperkuat eksistensi pencak silat di tengah perkembangan zaman terus dilakukan oleh Pengurus Keluarga Silat Nasional (Kelatnas) Perisai Diri Provinsi DKI Jakarta. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Peraturan Festival Silat Tradisi 2022 yang digelar pada Minggu, 17 Mei 2026 di Gedung Graha Sabha Pura Adhitya Jaya Rawamangun, Jakarta Timur.
Kegiatan ini dihadiri para pelatih Perisai Diri se-DKI Jakarta serta para Penanggung Jawab Teknik Perisai Diri DKI Jakarta. Sosialisasi tersebut menjadi langkah penting dalam memperkenalkan konsep kejuaraan silat yang tidak hanya berorientasi pada prestasi pertandingan, tetapi juga menampilkan nilai seni dan budaya pencak silat tradisional.
Dalam sambutannya, Penanggung Jawab Teknik Perisai Diri DKI Jakarta, Wiradi, menekankan pentingnya penyelenggaraan event silat berbasis seni sebagai bagian dari pelestarian budaya bangsa. Menurutnya, perkembangan dunia olahraga dan seni bela diri saat ini menuntut perguruan silat untuk mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan akar tradisi.
“Festival silat tradisi bukan hanya soal penampilan, tetapi juga menjadi ruang untuk menjaga nilai-nilai budaya, karakter, dan jati diri perguruan. Di sisi lain, kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa perguruan silat mampu adaptif mengikuti perkembangan global,” ujarnya.
Sementara itu, Wiwin yang merupakan juri Festival Silat tingkat nasional menjelaskan bahwa festival silat tradisi menjadi wadah baru bagi pesilat untuk menampilkan kemampuan dalam bentuk seni gerak, kreativitas, dan penghayatan terhadap nilai-nilai pencak silat.
Menurutnya, konsep festival memberikan warna berbeda dibandingkan kejuaraan prestasi yang selama ini lebih berfokus pada aspek pertandingan dan perolehan medali. Melalui festival, pencak silat dapat tampil lebih dekat dengan masyarakat sebagai bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai estetika dan filosofi luhur.
Kegiatan sosialisasi berlangsung hangat dan tanya jawab yang sangat interaktif . Para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi terkait aturan festival, teknik penilaian, hingga pengembangan konsep penampilan seni silat yang menarik dan edukatif dan diselingi dengan contoh-contoh gerak yang diperagakan oleh Wiwin .
Melalui kegiatan ini, Kelatnas Perisai Diri Provinsi DKI Jakarta berharap pencak silat tidak hanya dikenal sebagai olahraga bela diri, tetapi juga sebagai identitas budaya bangsa yang mampu menginspirasi generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan warisan leluhur.
Acara sosialisasi ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai simbol semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus mengembangkan pencak silat tradisi di tengah dinamika zaman modern.
Reportase : Saisan











