BIONS 270: Diplomasi Dalam Genggaman Perempuan

  • Share

RBN || Jakarta

Peran perempuan dalam diplomasi sangat penting karena diplomasi tidak hanya membutuhkan kemampuan negosiasi formal, tetapi juga kelembutan dan empati. Hal ini disampaikan dalam tayangan Bincang Online Inspiratif (BIONS) Seri 270, Sabtu (23/8).

“Perempuan mempunyai kelembutan yang bisa menjadi jembatan persahabatan dengan bangsa lain,” ujar Nur Zakiyah Masykur dari GOW Kudus.

“Perempuan dengan sifatnya yang sopan santun dan lembut bisa mendamaikan apapun yang terjadi,” ujar Subaenah dari PD PERIP Sumatera Utara.

“Diplomasi yang saya lakukan melalui ide-ide dan mengajarkan toleransi kepada anak didik bahwa Indonesia sangat kaya akan keberagaman budaya yang bisa menjadi dasar-dasar diplomasi,” ujar Ni Wayan Sulastri, guru Pendidikan Agama Hindu,

Melalui soft power diplomasi, perempuan berperan sebagai agen citra positif dan pembawa nilai-nilai humanis, kehadiran mereka membuat diplomasi tidak hanya tentang kekuasaan tetapi kepercayaan dan kemanusiaan karena gaya komunikasi perempuan cenderung mengedepankan dialog, empati, dan kompromi.

Nur menjelaskan bahwa kehebatan perempuan adalah bisa berbicara dengan lembut, sabar, dan bisa menenangkan suasana sehingga melalui sikap-sikap tersebut, perempuan dapat memperlihatkan keramahan khas Indonesia ke kancah internasional.
Benah menambahkan bahwa perempuan lebih mengutamakan perasaan dalam melakukan sesuatu sehingga bisa menjadi penengah ketika ada perdebatan

Sebagai seorang pendidik, Wayan mengatakan bahwa diplomasi yang dilakukan berdasarkan persatuan dengan memberikan kesempatan kepada seluruh anak didik untuk berani menyampaikan pendapat dan berani mencoba hal-hal baru. Kemudian, mengajak anak didik yang berbeda suku untuk saling mengenal bahasa/budaya satu sama lain. Terkadang anak-anak memiliki rasa takut untuk mengekspresikan diri karena malu atau tidak percaya diri, namun dengan kelembutan, kita dapat memotivasi mereka untuk berani.

Sejak dahulu sudah banyak tokoh-tokoh perempuan yang memperjuangkan kesetaraan gender yang membuat perempuan masa kini memiliki kesempatan terjun ke dunia politik maupun bidang lainnya. Dengan ilmu pengetahuan dan pengalamannya, banyak perempuan Indonesia yang menjadi sosok penting dalam diplomasi internasional.

Namun dalam berdiplomasi, perempuan masih menghadapi tantangan seperti kurang percaya diri, malu, dan terbatasnya kemampuan berbahasa asing. Untuk mengatasi tantangan tersebut, kita perlu terus belajar dan mencari tahu hal-hal baru, serta memahami persoalan yang dihadapi agar bisa mencari solusi.

Keterlibatan perempuan dalam diplomasi sebagai jembatan budaya untuk membangun kedekatan emosional dengan bangsa lain. Kehadiran perempuan menjadi peluang untuk mendorong isu-isu kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan perempuan dalam agenda internasional.

“Harapan saya yaitu perempuan dan anak-anak dari kecil sampai dewasa tetap belajar dan mengajari siapa pun untuk selalu berbuat baik dan tidak mudah putus asa,” ujar Subaenah.
“Harapan saya sebagai perempuan Indonesia, mari bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik dengan saling bermitra, saling mendukung, mendorong orang lain untuk berbuat baik dan tampil percaya diri,” ujar Ni Wayan Sulastri.

“Kebersamaan dari kaum perempuan perlu kita jaga dan lestarikan, perempuan Indonesia harus pintar dan percaya diri,” tutup Nur Zakiyah Masykur.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *