RBN || Jakarta
Menjadi pelajar di tengah padatnya aktivitas kawasan Tambun dan Bekasi bukan perkara mudah. Kemacetan, penggunaan transportasi umum, hingga derasnya pengaruh teknologi menjadi tantangan yang harus dihadapi setiap hari oleh para siswa.
Hal itu dirasakan Elvirra Khairunnisa Andesta, siswi SMP 8 Tambun Selatan, dalam tayangan Bincang Online Inspiratif (BIONS) Seri 307, Sabtu (16/5), yang mengaku kehidupan sekolah di tengah dinamika kota besar cukup melelahkan. Meski begitu, ia tetap menikmati pengalaman menjadi pelajar di lingkungan yang terus berkembang.
Menurut Elvirra, banyaknya karakter masyarakat yang ditemui setiap hari membuat pelajar harus mampu beradaptasi dengan berbagai situasi.
“Sekolah di tengah dinamika kota itu melelahkan, karena menghadapi masyarakat-masyarakat yang memiliki perilaku berbeda-beda, penggunaan transportasi umum, lalu lintas yang sering macet, namun sekolah di kota juga menyenangkan,” ujar Elvirra.
Ia menilai tantangan terbesar pelajar SMP saat ini bukan hanya soal akademik, tetapi juga pergaulan dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Tantangan terbesar bagi pelajar SMP yaitu pergaulan dan kecanggihan teknologi,” katanya.
Di tengah maraknya media sosial yang kerap menjadi distraksi, Elvirra mengaku berusaha mengatur penggunaan gadget agar tetap fokus belajar. Ia mencoba menyeimbangkan waktu antara belajar dan bermain media sosial.
Menurutnya, lingkungan sekolah juga memiliki peran penting dalam menjaga semangat belajar siswa. Kehadiran guru yang suportif, teman-teman yang nyaman, hingga kondisi sekolah yang bersih membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan.
“Sosok guru inspiratif bagi saya adalah Miss Mira selaku guru pembina OSIS dan kesiswaan. Beliau pernah memberikan wejangan bahwa apa yang kita lakukan sekarang berdampak pada masa depan, serta Bu Samini sebagai wali kelas yang memberikan banyak nasihat dan motivasi,” ujar Elvirra.
Elvirra juga memiliki mimpi besar untuk masa depannya. Ia berharap bisa menjadi pribadi yang lebih sukses dan percaya diri, sekaligus meraih pendidikan dan karier yang tinggi.
Tak hanya itu, ia juga berharap kualitas pendidikan di Indonesia terus mengalami perbaikan, termasuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman bagi siswa.
“Saya ingin kualitas pendidikan di Indonesia ditingkatkan, mengurangi senioritas, lebih aware terhadap cyber bullying, peduli dengan lingkungan sekolah agar siswa-siswi merasa aman saat kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.
Elvirra menambahkan, penyesuaian kurikulum dan keadilan di lingkungan sekolah menjadi hal penting yang perlu diperhatikan. Menurutnya, dukungan, semangat, dan motivasi dari lingkungan sekitar sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental pelajar.
Bagi Elvirra, peringatan Hari Pendidikan Nasional menjadi pengingat bahwa setiap anak memiliki hak untuk bermimpi dan mendapatkan pendidikan yang layak demi meraih cita-cita mereka.











