RBN || Jakarta
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menjadi bagian dari program prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo mencatat partisipasi besar sepanjang 2025. Kementerian Kesehatan menyebut sebanyak 70 juta masyarakat Indonesia telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis dalam periode Februari hingga Desember 2025.
Dari jumlah tersebut, sekitar 65 persen merupakan masyarakat umum dan 35 persen berasal dari kalangan anak sekolah.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Widyawati M.K.M, menjelaskan bahwa CKG digelar karena masih banyak masyarakat yang belum menyadari pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. Hal ini disampaikan dalam tayangan Bincang Online Inspiratif (BIONS) Seri 296, Sabtu (28/2/2026).
“CKG berguna untuk mendeteksi penyakit sejak dini, sehingga apabila ditemukan indikasi gangguan kesehatan, bisa segera ditangani agar tidak terlanjur parah,” ujar dr. Widyawati.
Menurutnya, setelah menjalani pemeriksaan, masyarakat akan menerima laporan hasil kesehatan. Jika ditemukan indikasi penyakit, maka tindak lanjut penanganan bisa segera dilakukan agar tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Untuk menjangkau masyarakat luas, terutama di daerah terpencil, pelaksanaan CKG dilakukan dengan metode jemput bola. Tenaga kesehatan mendatangi langsung wilayah yang sulit mengakses fasilitas kesehatan.
Kementerian Kesehatan juga menggandeng perusahaan nasional seperti Grab dan Gojek untuk menghadirkan layanan pemeriksaan bagi para mitra pengemudi. Selain itu, kerja sama dilakukan dengan sejumlah pusat perbelanjaan untuk membuka stan CKG agar layanan lebih mudah dijangkau masyarakat perkotaan.
Dr. Widyawati menegaskan, pemeriksaan kesehatan sebaiknya dilakukan setidaknya satu kali dalam setahun agar kondisi kesehatan dapat dipantau secara berkala.
“Ditemukan banyak penyakit tidak menular pada pemeriksaan, seperti hipertensi dan diabetes yang bisa menyebabkan penyakit kardiovaskular,” ujar dr. Widyawati.
Selain itu, pada perempuan ditemukan kasus kanker payudara, serta gangguan kesehatan mental pada remaja. Ia menyebut sebagian besar penyakit tidak menular tersebut dipicu oleh pola makan dan gaya hidup yang kurang sehat.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak menunda pemeriksaan kesehatan.
“Pemeriksaan kesehatan bisa dilakukan kapan saja, tanpa harus menunggu setelah lebaran,” ujar dr. Widyawati.
Pemerintah berharap melalui program CKG, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini semakin meningkat, sehingga angka kesakitan akibat penyakit tidak menular dapat ditekan dan kualitas hidup masyarakat terus membaik.











