RBN || Berlin
Grup otomotif Volkswagen bersiap melakukan restrukturisasi besar-besaran sebagai langkah menghadapi persaingan yang semakin ketat di industri otomotif global. Salah satu kebijakan yang akan ditempuh adalah memangkas hingga separuh portofolio produk global perusahaan pada 2030.
Langkah tersebut diumumkan manajemen Volkswagen sebagai bagian dari strategi meningkatkan efisiensi bisnis, menyederhanakan lini produk, serta memperkuat daya saing perusahaan di tengah perubahan pasar otomotif.
Dalam keterangannya, Volkswagen menyebut selama tiga tahun terakhir perusahaan telah mencapai sejumlah target penting di bidang produk, teknologi, dan pasar melalui program transformasi yang dijalankan.
Perusahaan juga mengklaim berhasil menekan dampak finansial yang mencapai puluhan miliar euro berkat program peningkatan kinerja yang diterapkan di seluruh merek di bawah naungan grup.
Meski demikian, Volkswagen menilai transformasi masih perlu dilanjutkan agar perusahaan menjadi lebih adaptif terhadap tantangan industri.
“Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk menjadi lebih fleksibel, efisien, dan tangguh.”
CEO Volkswagen Oliver Blume bersama Chief Financial Officer (CFO) Arno Antlitz menjelaskan, restrukturisasi tersebut ditujukan untuk memangkas biaya operasional sekaligus meningkatkan margin keuntungan perusahaan ke kisaran 8 hingga 10 persen.
Untuk mencapai target tersebut, Volkswagen tidak hanya akan mengurangi jumlah model kendaraan yang dipasarkan, tetapi juga memangkas kompleksitas portofolio produknya hingga 75 persen. Penyederhanaan itu mencakup pengurangan pilihan mesin, varian trim, hingga paket konfigurasi kendaraan.
Selain itu, Volkswagen akan menghapus apa yang disebut sebagai “struktur paralel”, yakni kondisi ketika beberapa merek dalam grup mengembangkan teknologi serupa secara terpisah. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi riset dan pengembangan.
Di sisi produksi, perusahaan juga akan menyesuaikan kapasitas pabrik dengan kebutuhan pasar global. Volkswagen menargetkan volume produksi tetap berada di kisaran 9 juta unit kendaraan per tahun, setara dengan capaian produksi pada 2024 dan 2025.
Restrukturisasi tersebut diperkirakan turut berdampak pada tenaga kerja. Berdasarkan sejumlah laporan, Volkswagen tengah mempertimbangkan pemangkasan hingga 100.000 posisi pekerjaan serta penutupan empat pabrik di Jerman.
Apabila terealisasi, langkah tersebut diperkirakan menjadi salah satu restrukturisasi terbesar dalam sejarah industri otomotif, sekaligus menandai perubahan besar strategi bisnis Volkswagen dalam menghadapi era persaingan dan transformasi kendaraan global.
Sumber: SindoNews











