Mobil Listrik Lampaui Mobil Bensin, Inggris Catat Sejarah Baru di Industri Otomotif

  • Share
Mobil MINI Electric Collection. (Foto: Liputan6)

RBN || London

Industri otomotif Inggris memasuki babak baru setelah penjualan mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) untuk pertama kalinya berhasil melampaui penjualan mobil berbahan bakar bensin. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam pergeseran tren kendaraan ramah lingkungan di negara tersebut.

Berdasarkan data penjualan selama 12 bulan yang berakhir pada Mei 2026, mobil listrik baru terjual sebanyak 516.490 unit, melampaui penjualan mobil bensin yang tercatat 504.100 unit pada periode yang sama.

Pencapaian tersebut mengakhiri dominasi kendaraan bermesin pembakaran internal yang telah menguasai pasar otomotif Inggris selama lebih dari satu abad.

Meski demikian, mobil listrik belum sepenuhnya mendominasi pasar kendaraan di Inggris. Data tersebut hanya membandingkan penjualan mobil listrik murni dengan mobil berbahan bakar bensin.

Apabila kendaraan diesel, hybrid (HEV), dan plug-in hybrid (PHEV) turut diperhitungkan, kendaraan yang masih menggunakan mesin pembakaran internal tetap menjadi pilihan terbanyak di pasar otomotif Inggris.

Lonjakan penjualan mobil listrik didorong oleh semakin banyaknya pilihan model yang tersedia, perkembangan teknologi baterai yang terus meningkat, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa adopsi kendaraan listrik di Inggris terus mengalami percepatan dan telah berkembang menjadi tren jangka panjang, bukan sekadar fenomena sementara.

Di sisi lain, segmen plug-in hybrid (PHEV) juga mencatat pertumbuhan yang positif. Kendaraan yang memadukan mesin bensin dengan motor listrik ini dinilai menjadi solusi transisi bagi konsumen yang belum sepenuhnya siap beralih ke mobil listrik murni.

Dengan kemampuan menempuh jarak sekitar 96 hingga 145 kilometer hanya menggunakan tenaga baterai, kendaraan PHEV dinilai mampu memenuhi kebutuhan mobilitas harian banyak pengguna tanpa bergantung pada bahan bakar fosil dalam setiap perjalanan.

Sumber: Liputan6

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *