Freeport Proyeksikan Setoran ke Negara Capai Rp47 Triliun pada 2026

RBN || Jakarta

PT Freeport Indonesia (PTFI) memperkirakan kontribusinya terhadap penerimaan negara pada 2026 mencapai sekitar Rp47 triliun. Setoran tersebut berasal dari pembayaran pajak, royalti, serta bagian laba yang menjadi hak pemerintah.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan perusahaan terus mendorong pemulihan produksi tambang. Hingga akhir 2026, kapasitas produksi ditargetkan mencapai 65 persen.

“Katakan bahwa kita hanya bisa produksi 65%. Tapi diproyeksikan bahwa penerimaan negara dari Freeport Indonesia bisa mencapai Rp 47 triliun. Dan tahun depan tentu akan lebih tinggi lagi karena tahun depan kita kan bisa mencapai semester satu itu 75% dan akhir tahun depan itu menuju ke 100%,” ujar Tony, Selasa (18/8/2026).

Kontribusi tersebut diproyeksikan meningkat seiring dengan pemulihan aktivitas produksi. Pada 2025, PTFI tercatat telah menyetorkan sekitar Rp75 triliun kepada negara. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp13 triliun dialokasikan untuk pemerintah daerah di wilayah Papua Tengah.

Untuk 2026, PTFI menargetkan produksi sekitar 800 juta pound tembaga dan 700.000 ounces emas. Target produksi tersebut menjadi salah satu faktor yang menopang proyeksi penerimaan negara dari perusahaan.

PTFI juga menargetkan kapasitas produksi kembali sepenuhnya atau mencapai 100 persen pada akhir 2027. Jika target tersebut tercapai, nilai kontribusi perusahaan kepada negara diperkirakan dapat meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan kondisi saat ini.

Di tengah proses pemulihan produksi, PTFI juga melanjutkan investasi untuk menjaga keberlanjutan kegiatan pertambangan. Salah satunya melalui pengembangan tambang bawah tanah Kucing Liar dengan nilai investasi mencapai Rp72 triliun.

Proyek tersebut diperkirakan memiliki potensi produksi lebih dari 7 miliar pound tembaga dan 6 juta ounces emas selama masa operasionalnya.

Tony menegaskan investasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun keberlanjutan bisnis sekaligus mempertahankan manfaat ekonomi bagi Indonesia.

“Investasi ini menunjukkan bahwa di tengah masa pemulihan, Freeport Indonesia tetap melangkah maju dan terus membangun fondasi bagi keberlanjutan perusahaan dan manfaatnya bagi bangsa dan negara,” tandasnya.

Dengan peningkatan produksi dan pengembangan tambang baru, PTFI berharap kontribusi kepada penerimaan negara dapat terus meningkat. Kepastian investasi jangka panjang dan keberlanjutan operasional juga dinilai penting untuk menjaga manfaat ekonomi perusahaan bagi pemerintah pusat maupun daerah.

Sumber: CNBC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *