RBN || Jakarta
Produsen otomotif asal China, BYD, dilaporkan melakukan penyesuaian harga pada sistem bantuan pengemudi canggih (Advanced Driver Assistance Systems/ADAS) berbasis LiDAR. Langkah ini diambil seiring meningkatnya biaya komponen memori global yang menjadi tulang punggung teknologi kendaraan pintar.
Mengutip laporan CarNewsChina, harga paket ADAS dengan dukungan LiDAR kini berada di kisaran 1.660 dolar AS atau sekitar Rp28 jutaan. Kenaikan tersebut dipicu oleh melonjaknya harga chip memori seperti DRAM dan NAND, yang berperan penting dalam mengolah data secara cepat dan akurat pada sistem mengemudi cerdas.
Teknologi ADAS modern, khususnya yang memanfaatkan sensor LiDAR, membutuhkan kapasitas komputasi tinggi untuk membaca kondisi jalan secara real-time. Hal ini membuat kebutuhan terhadap memori berkecepatan tinggi meningkat tajam, sehingga berdampak langsung pada biaya produksi kendaraan.
Di sisi lain, lonjakan harga memori global tidak terjadi tanpa sebab. Permintaan yang terus meningkat dari sektor kecerdasan buatan (AI), pusat data, hingga industri otomotif berbasis perangkat lunak turut memperketat pasokan komponen tersebut. Kondisi ini menempatkan produsen kendaraan listrik dalam posisi yang menantang.
Selama ini, BYD dikenal agresif menekan harga melalui efisiensi produksi dan integrasi rantai pasok. Namun, kenaikan biaya komponen inti membuat penyesuaian harga menjadi langkah yang sulit dihindari, terutama untuk fitur berteknologi tinggi seperti ADAS yang dipasarkan dengan nama “God’s Eye”.
Fenomena ini mencerminkan dinamika industri otomotif global yang tengah bertransformasi menuju era kendaraan otonom. Ketergantungan yang semakin besar pada semikonduktor dan teknologi digital menuntut produsen untuk terus beradaptasi dengan fluktuasi biaya.
Ke depan, pergerakan harga komponen seperti DRAM dan NAND diperkirakan akan terus memengaruhi strategi produsen dalam menghadirkan inovasi. Tantangannya adalah menjaga keseimbangan antara teknologi mutakhir dan harga yang tetap terjangkau bagi konsumen.
Sumber: Antara News











