Ukraina Gempur Infrastruktur Energi Rusia dengan Serangan Drone, Kebakaran Besar Terjadi di Pelabuhan Taganrog

  • Share
Foto: X/@rkmtimes

RBN || Moskow

Konflik antara Rusia dan Ukraina kembali memanas setelah Ukraina melancarkan serangkaian serangan drone yang menyasar infrastruktur energi Rusia di sejumlah wilayah. Salah satu serangan terbesar dilaporkan terjadi di Kota Taganrog, Oblast Rostov, yang memicu kebakaran di kawasan pelabuhan.

Menurut laporan kantor berita pemerintah Rusia, RIA Novosti, drone Ukraina menghantam sejumlah fasilitas penting di pelabuhan, termasuk kapal tanker, tangki penyimpanan bahan bakar, dan gedung administrasi.

Gubernur Rostov, Yury Slyusar, mengonfirmasi insiden tersebut pada Sabtu pagi. Ia menyebut kebakaran terjadi setelah sejumlah objek di pelabuhan terkena serangan drone.

“Sebuah kapal tanker, tangki bahan bakar, dan gedung administrasi terbakar di pelabuhan Taganrog akibat serangan drone,” tulis Slyusar, seperti dikutip Al Jazeera. “Menurut informasi awal, tidak ada korban jiwa. Informasi tersebut sedang diklarifikasi.”

Meski tidak menimbulkan korban tewas, serangan itu menyebabkan dua warga sipil mengalami luka-luka. Keduanya terluka setelah sebuah drone menghantam rumah pribadi di wilayah Taganrog.

“Malam ini, warga sipil kembali terluka akibat serangan udara di Taganrog,” kata Slyusar. “Menurut informasi awal, dua orang terluka ketika sebuah drone menabrak rumah pribadi. Petugas medis memberikan bantuan dan melakukan segala yang diperlukan.”

Selain di Taganrog, sistem pertahanan udara Rusia disebut berhasil mencegat sejumlah drone yang terbang ke beberapa wilayah lain di Rostov.

“Selama penanggulangan serangan udara di wilayah Rostov pada malam hari, UAV dihancurkan di kota Taganrog, Chertkovsky, Matveyevo-Kurgansky, dan distrik Neklinovsky,” katanya, menurut RIA Novosti.

Dampak serangan juga dirasakan di Desa Grekovo-Timofeyevka, Distrik Neklinovsky. Sebuah pipa gas dilaporkan terbakar setelah mengalami kerusakan akibat serangan drone. Warga setempat dievakuasi untuk menghindari risiko yang lebih besar.

“Di desa Botsmanovo di Distrik Neklinovsky, jendela di dua rumah rusak. Tidak ada korban luka,” tambah Slyusar.

Selain Rostov, fasilitas energi Rusia di wilayah lain juga menjadi sasaran. Serangan drone dilaporkan menghantam fasilitas minyak di Armavir, Krasnodar Krai. Sementara itu, sebuah tangki bahan bakar berukuran besar terbakar di dekat Yaroslavl. Kilang minyak Volgograd bahkan dilaporkan menghentikan operasionalnya sementara akibat dampak serangan.

Taganrog sendiri bukan pertama kali menjadi target serangan. Pada akhir Maret 2026, serangan drone di kota tersebut dilaporkan menewaskan satu orang dan melukai delapan lainnya.

Di sisi lain, Rusia juga melancarkan serangan balasan ke wilayah Ukraina. Sepanjang malam, Rusia disebut mengerahkan 90 drone serta dua rudal balistik jenis Iskander-M/KN-23 untuk menyerang sejumlah target di Ukraina.

Di wilayah Zaporizhzhia, sekitar 13.000 warga dilaporkan kehilangan akses listrik setelah infrastruktur energi mengalami kerusakan akibat serangan. Sementara di Sumy, media lokal melaporkan adanya kerusakan pada fasilitas infrastruktur, rumah warga, dan kendaraan.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengatakan pihaknya memperoleh informasi intelijen mengenai persiapan serangan besar yang sedang disusun Rusia.

“Kami memiliki intelijen yang menunjukkan bahwa Rusia sedang mengatur serangan skala besar baru. Layanan kami bereaksi dengan cepat dan siap,” kata Zelenskyy melalui Telegram.

Ia juga meminta masyarakat Ukraina tetap waspada serta mendesak negara-negara sekutu untuk mempercepat pengiriman sistem pertahanan udara Patriot guna memperkuat perlindungan terhadap wilayah Ukraina.

Ketegangan semakin meningkat setelah Rusia memperingatkan warga negara asing untuk meninggalkan Kyiv. Moskow menyatakan akan melancarkan “serangkaian serangan sistematis” terhadap infrastruktur pertahanan yang diklaim tersebar di berbagai titik ibu kota Ukraina.

Sementara itu, dampak konflik juga mulai dirasakan di luar wilayah kedua negara. Sebuah drone Rusia dilaporkan jatuh ke sebuah gedung apartemen di wilayah timur Rumania pada Jumat lalu dan menyebabkan dua orang terluka. Insiden tersebut memicu kekhawatiran baru terkait potensi meluasnya ketegangan antara Rusia dan negara-negara anggota NATO.

Sumber: SindoNews

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *