RBN || Bangkok
Jumlah korban tewas akibat kebakaran hebat yang melanda sebuah pub di Bangkok, Thailand, terus bertambah. Hingga Selasa (14/7/2026), sebanyak 30 orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden yang menjadi kebakaran paling mematikan di ibu kota Thailand dalam 17 tahun terakhir tersebut.
Pemerintah distrik setempat mengonfirmasi tiga korban meninggal dunia tambahan setelah kebakaran yang terjadi pada Senin dini hari. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik pada unit pendingin udara (AC) yang terpasang di bagian plafon bangunan.
Pihak berwenang telah berhasil mengidentifikasi 27 korban jiwa, sementara tiga korban lainnya masih dalam proses identifikasi. Sebagian besar korban diketahui merupakan warga negara Thailand.
Selain korban meninggal dunia, puluhan orang lainnya mengalami luka-luka. Sebanyak 24 korban dilaporkan dalam kondisi kritis, 15 orang mengalami luka sedang, sedangkan 36 korban lainnya mengalami luka ringan dan telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan medis.
Kepala Kepolisian Nasional Thailand, Kitrat Phanphet, mengatakan dugaan kelalaian menjadi fokus utama dalam penyelidikan yang sedang berlangsung.
“Saat ini, polisi telah menetapkan dugaan kelalaian sebagai teori utama yang menjadi dasar penyelidikan kami,” ujarnya kepada wartawan, Senin (13/7/2026).
Di sisi lain, manajemen Rong Beer Na Ladprao, pub yang menjadi lokasi kejadian, menyampaikan permohonan maaf dan belasungkawa kepada keluarga korban. Dalam pernyataan resminya yang diunggah melalui media sosial pada Senin malam, pihak pengelola juga menyatakan siap bekerja sama sepenuhnya dengan aparat penegak hukum.
Pihak pub berkomitmen mendukung proses penyelidikan dan pengungkapan fakta secara transparan, termasuk terkait dugaan adanya hambatan pada akses pintu keluar darurat.
Kitrat mengungkapkan, sebagian besar korban ditemukan terjebak di dalam kamar mandi tanpa jendela yang berada di dekat salah satu pintu keluar belakang bangunan. Namun, pintu tersebut tidak digunakan saat peristiwa terjadi.
Menurutnya, akses menuju pintu keluar kemungkinan terhalang oleh meja yang digunakan untuk menjual permen atau karena kondisi ruangan yang gelap sehingga pengunjung kesulitan menemukan jalur evakuasi.
Selain itu, akses menuju pintu keluar lainnya yang berada di dekat area dapur juga diduga menyempit akibat keberadaan rak penyimpanan dan loker. Polisi juga menemukan indikasi bahwa beberapa pintu keluar kemungkinan dalam kondisi terkunci saat kebakaran terjadi.
Tim penyidik kini turut memeriksa bagian plafon di atas panggung pertunjukan untuk memastikan penyebab kebakaran. Polisi akan menelusuri apakah material yang mudah terbakar digunakan sebagai elemen dekorasi bangunan serta memeriksa instalasi kabel listrik yang terpasang di bagian plafon.
Penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap secara pasti penyebab kebakaran dan memastikan ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam insiden tragis tersebut.
Sumber: The Guardian











