RBN || Gaza
Badan pertahanan sipil Gaza melaporkan sedikitnya 10 orang tewas, termasuk seorang balita, dalam serangkaian serangan Israel yang terjadi di wilayah utara Jalur Gaza pada Selasa (14/4/2026).
Kekerasan masih terus berlangsung meski gencatan senjata yang diberlakukan sejak 10 Oktober belum sepenuhnya dihentikan. Israel dan Hamas saling menuduh melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan tersebut.
Juru bicara badan pertahanan sipil Gaza, Mahmoud Bassal, mengatakan bahwa serangan pertama terjadi di Kota Gaza.
“Empat orang tewas, termasuk seorang anak, dan beberapa lainnya luka-luka… dalam serangan yang menargetkan kendaraan polisi,” ujarnya.
Ia mengidentifikasi korban anak tersebut sebagai Yahya al-Mallahi, balita berusia tiga tahun.
Rumah sakit Al-Shifa di Gaza juga mengonfirmasi telah menerima jenazah para korban.
Sementara itu, militer Israel menyatakan masih menyelidiki insiden tersebut ketika dikonfirmasi.
Dalam pernyataan terpisah, Kementerian Dalam Negeri Gaza menyebut pesawat tempur Israel telah menargetkan kendaraan polisi di pusat kota, yang menyebabkan sejumlah korban jiwa dan luka-luka.
Selain itu, Bassal juga melaporkan satu orang lainnya tewas akibat tembakan Israel di wilayah Beit Lahia, Gaza utara, pada hari yang sama.
Militer Israel menyatakan bahwa pasukannya telah mengidentifikasi seorang “teroris bersenjata” di wilayah yang dikenal sebagai Yellow Line, dan melakukan serangan hingga menewaskan orang tersebut. Namun, belum dipastikan apakah insiden itu merujuk pada kejadian yang sama di Beit Lahia.
Rekaman video yang diperoleh AFP menunjukkan warga Palestina berkumpul di sekitar jenazah seorang pria sebelum dibawa menggunakan tandu untuk dimakamkan di tengah reruntuhan bangunan.
Pada Selasa malam, serangan kembali terjadi di dekat persimpangan di kamp pengungsi Al-Shati, Kota Gaza. Badan pertahanan sipil melaporkan adanya korban jiwa dalam serangan tersebut.
Rumah sakit Al-Shifa menyatakan telah menerima lima jenazah akibat serangan drone Israel yang menembakkan dua rudal ke arah sekelompok warga di depan gudang generator listrik di kawasan tersebut.
Hingga saat ini, militer Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait serangan terbaru tersebut.
Gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober lalu tercapai setelah lebih dari dua tahun konflik yang dipicu oleh serangan lintas batas Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023.
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat sedikitnya 757 orang telah tewas sejak gencatan senjata diberlakukan. Data tersebut dinilai kredibel oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Di sisi lain, militer Israel menyebut lima tentaranya tewas dalam periode yang sama.
Pembatasan akses media dan kondisi keamanan di Gaza membuat verifikasi independen terhadap jumlah korban menjadi sulit dilakukan.
Sumber: France24











