Ponorogo Perkuat Pariwisata dan Ekraf, Pelaku Event Dibekali Manajemen Kelas Nasional

  • Share
Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini. (Foto/Endra Dwiono/Beritajatim.com)

RBN || Ponorogo

Pemerintah Kabupaten Ponorogo terus memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (ekraf) melalui peningkatan kualitas penyelenggaraan event berskala nasional. Upaya tersebut dilakukan lewat pelatihan yang diikuti puluhan pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Taman Jatimori, Ponorogo.

Kegiatan itu menghadirkan sejumlah narasumber, mulai dari tokoh manajemen Jember Fashion Carnaval, David K. Susilo, perwakilan Kementerian Pariwisata, hingga anggota DPR RI Komisi VII, Novita Hardini.

Program tersebut menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah pusat, legislatif, dan daerah untuk mendorong penyelenggaraan event yang lebih profesional dan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Penata Layanan Operasional Asisten Event Nasional Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggaraan Kegiatan Kementerian Pariwisata, Ilham Mulyawan, mengatakan Ponorogo memiliki potensi besar melalui budaya Reog yang sudah dikenal hingga mancanegara.

Menurutnya, potensi tersebut perlu didukung dengan pengelolaan event yang modern dan berkelanjutan agar mampu memberikan manfaat ekonomi secara nyata.

“Ponorogo telah lama menjadi pusat perhatian dunia berkat reognya, dan melalui program ini, kami ingin memastikan kekayaan budaya tersebut dikelola melalui manajemen yang modern dan berkelanjutan,” kata Ilham Mulyawan, Minggu (10/5/2026).

Ilham menilai event berkualitas memiliki peran penting dalam meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperluas promosi daerah ke tingkat nasional hingga internasional.

Ia menjelaskan, Kementerian Pariwisata juga akan mengintegrasikan promosi event dengan platform digital agar jangkauan publikasi semakin luas.

“Event nasional yang berkualitas akan menjadi pilar penting karena mampu menarik wisatawan baik domestik maupun internasional. Kami melihat Ponorogo memiliki magnet wisata sangat besar melalui budayanya yang ikonik, sehingga pelatihan ini menjadi kunci agar agenda wisata tampil di etalase nasional,” jelasnya.

Sementara itu, Novita Hardini menilai budaya Reog menjadi kekuatan besar bagi Ponorogo dalam membangun sektor ekonomi berbasis pariwisata.

Menurutnya, pengakuan dunia terhadap Reog harus dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan ekonomi daerah, terutama di tengah tantangan efisiensi anggaran yang dialami banyak pemerintah daerah.

“Ini menjadi modal besar agar Kabupaten Ponorogo bisa berdaya dan mandiri dari segi ketahanan ekonomi di tengah isu efisiensi anggaran yang menekan beberapa daerah. Sektor pariwisata menjadi harapan penting untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan memiliki peran besar dalam menggerakkan ekonomi lokal,” ungkap Novita.

Politikus PDI Perjuangan itu juga menegaskan komitmennya mendukung pelatihan dan penguatan kapasitas bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah pemilihannya.

Ia berharap lahir lebih banyak event berkualitas yang mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus meningkatkan daya saing daerah.

“Sebagai anggota DPR RI di Dapil 7, saya memiliki amanah untuk memberikan penguatan dan pelatihan kepada penggerak pariwisata dan ekraf agar memiliki daya saing dalam meramu event berkualitas. Tujuan kami adalah memastikan penyelenggara event, pelaku ekraf, seni, dan wisata memiliki daya saing, sehingga event dapat menjadi stimulan ekonomi lokal di tengah isu efisiensi dan membangun pola pikir yang tidak bergantung pada APBN maupun APBD,” tegasnya.

Selain penguatan sektor event, Novita juga mendorong kerja sama sister city dengan Korea Selatan yang direncanakan berlangsung pada September mendatang sebagai bagian dari promosi budaya Indonesia di tingkat internasional.

Melalui program ini, Ponorogo diharapkan semakin siap menjadi tuan rumah berbagai event nasional yang terintegrasi dengan promosi digital dan mampu menjadikan budaya lokal sebagai kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat.

Sumber: Berita Jatim

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *