RBN || Tegal
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tegal terus memperkuat sektor ekonomi kerakyatan melalui program pembenahan pasar tradisional yang dilakukan secara bertahap. Upaya ini menjadi salah satu program prioritas Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman untuk menciptakan pasar yang lebih nyaman, aman, dan mampu mendorong aktivitas perekonomian masyarakat.
Melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan Perdagangan, pemerintah daerah berkomitmen meningkatkan kualitas sarana serta prasarana di sejumlah pasar tradisional agar pelayanan kepada pedagang maupun pembeli semakin baik.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kabupaten Tegal, Imam Rudy Kurnianto, mengatakan pasar tradisional memiliki peran penting sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat sehingga kondisinya harus terus ditingkatkan.
“Pasar tradisional merupakan pusat perputaran ekonomi masyarakat. Karena itu, pemerintah terus melakukan intervensi melalui perbaikan sarana dan prasarana secara bertahap agar pedagang maupun pembeli merasa lebih nyaman saat beraktivitas di pasar,” ujar Rudy, Selasa (14/7/2026).
Rudy menjelaskan, saat ini terdapat 25 pasar tradisional yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Tegal. Seluruh pasar tersebut menjadi fokus pembenahan sesuai tingkat kebutuhan serta kondisi bangunan masing-masing.
Pada Tahun Anggaran (TA) 2025, Pemkab Tegal mengalokasikan dana sebesar Rp3,74 miliar untuk memperbaiki fasilitas di 16 pasar tradisional. Anggaran tersebut digunakan untuk rehabilitasi berbagai infrastruktur, mulai dari atap, talang air, drainase, jalan lingkungan, tempat pembuangan sampah (TPS), toilet, instalasi air bersih, hingga perbaikan los dan kios pedagang.
Adapun pasar yang mendapatkan peningkatan fasilitas meliputi Pasar Adiwerna, Banjaran, Cerih, Kedungsukun, Trayeman, Margasari, Pangkah, Bumijawa, Bojong, Jatilaba, Balapulang, Jatinegara, Balamoa, Mejasem, Pepedan, dan Suradadi.
Program revitalisasi tersebut berlanjut pada TA 2026. Pemerintah kembali menganggarkan Rp2,74 miliar yang difokuskan untuk pembenahan tujuh pasar prioritas.
Pemkab Tegal optimistis peningkatan kualitas infrastruktur pasar akan menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih layak, meningkatkan kenyamanan masyarakat saat berbelanja, sekaligus mendukung pengelolaan pasar tradisional yang lebih optimal dan berkelanjutan.
Sumber: Tribunnews











