Pukat UGM: Pengusutan Tuntas Kasus MBG Dapat Pulihkan Kepercayaan Publik terhadap Kejaksaan

  • Share
Foto: Kompas.com

RBN || Jakarta

Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM), Zaenur Rohman, menilai pengusutan secara tuntas kasus dugaan korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjadi momentum bagi Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk memulihkan kepercayaan publik di tengah mencuatnya kasus yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Menurut Zaenur, persoalan yang sedang dihadapi merupakan tanggung jawab individu, bukan institusi. Karena itu, nama baik Kejaksaan harus tetap dijaga dengan memastikan seluruh proses penegakan hukum berjalan profesional dan tidak terpengaruh oleh kasus yang melibatkan mantan pejabatnya.

Ia menegaskan bahwa penetapan Febrie Adriansyah sebagai tersangka tidak boleh menghambat pengusutan dugaan korupsi MBG yang sedang berlangsung. Justru, penyelesaian perkara tersebut hingga tuntas dinilai dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Kejaksaan.

Zaenur juga mendesak Kejaksaan Agung segera memanggil dan memeriksa 47 nama yang sebelumnya disebut memiliki keterkaitan dengan dugaan korupsi tata kelola Program MBG. Menurutnya, penyidik harus mendalami keterlibatan masing-masing pihak berdasarkan alat bukti yang dimiliki.

Ia menambahkan, apabila dalam penyelidikan ditemukan keterlibatan aparat penegak hukum atau pihak lain, proses hukum harus dilakukan secara transparan dan tanpa pandang bulu.

Lebih lanjut, Zaenur berharap penanganan perkara yang menjerat Febrie Adriansyah dapat berjalan secara paralel dengan penyidikan kasus MBG. Dengan demikian, tidak ada satu pun perkara yang terhambat, sekaligus menunjukkan komitmen Kejaksaan dalam memberantas korupsi.

Sebelumnya, sehari sebelum ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU), Febrie Adriansyah menyampaikan bahwa penyidik menemukan 47 nama yang diduga memiliki keterkaitan dengan dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis. Hingga kini, pengusutan terhadap perkara tersebut masih terus berlangsung.

Sumber: Kompas.com

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *