Disnakertrans Morowali Utara: Krisis PT GNI Mulai Terjadi Usai Perubahan Kepemilikan

  • Share
Foto: PT GNI

RBN || Morowali Utara

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Morowali Utara, Yakanis Lakawa, mengungkapkan gejolak yang terjadi di PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) mulai muncul setelah perusahaan beralih kepemilikan kepada badan usaha milik negara (BUMN) China. Menurutnya, perubahan tersebut menjadi awal memburuknya kondisi perusahaan hingga berujung pada efisiensi tenaga kerja dan proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Yakanis menjelaskan kondisi keuangan PT GNI mulai mengalami tekanan sejak 2025. Permasalahan yang dialami pemilik sebelumnya disebut menjadi salah satu faktor yang memicu ketidakstabilan perusahaan.

“PT GNI di tahun 2025 itu sudah mulai collapse. Jadi pada waktu itu, karena yang punya GNI pertama itu, Mr Toni ada masalah sehingga beliau balik ke Cina. Nah di situ mulailah goyang GNI,” ungkap Yakanis, Rabu (8/7/2026).

Ia mengatakan, setelah proses akuisisi oleh BUMN China, perusahaan melakukan restrukturisasi yang berdampak pada status para pekerja. Menurutnya, hanya karyawan yang bertugas di fasilitas smelter yang tetap diakui sebagai pegawai PT GNI.

“Setelah diakuisisi oleh BUMN Cina, hanya karyawan smelter yang diakui karyawan perusahaan (PT GNI). Maka otomatis karyawan (PT GNI) yang kemarin didistribusi ke PT SEI, PT SAH, dan PT ALL mau dikemanakan? Mereka bekerja di PT ALL tapi lambangnya PT GNI. Jadi GNI kayak outsourcing ke PT-PT itu ternyata,” ujarnya.

Yakanis menyebut pekerja yang ditempatkan di PT ALL menjadi kelompok yang paling banyak terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam proses efisiensi tersebut.

“Yang paling banyak pada waktu itu (PHK) karyawan PT ALL. Hampir 1.000 lebih, itu semua labelnya PT GNI. Operator DT, operator ekskavator, operator loader, semua itu label PT GNI karyawannya,” katanya.

Berdasarkan data Disnakertrans Morowali Utara, sekitar 1.800 pekerja terdampak PHK dalam kurun satu tahun terakhir. Meski demikian, jumlah karyawan yang masih bekerja di PT GNI diperkirakan masih mencapai lebih dari 6.000 orang.

Di tengah proses PKPU yang sedang berlangsung, Yakanis mengatakan manajemen perusahaan tengah berupaya melakukan pemulihan. Berdasarkan hasil rapat terakhir antara pemerintah daerah dan pihak perusahaan, PT GNI mengungkapkan telah ada calon investor baru yang berpotensi masuk untuk mendukung keberlangsungan operasional perusahaan.

Sumber: Berita Satu

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *