Pemerintah Korsel Pastikan Pasokan Minyak Aman Meski Harga Global Melonjak di Tengah Krisis Timur Tengah

  • Share
Foto: Yonhap

RBN || Seoul

Pemerintah Korea Selatan memastikan pasokan minyak dalam negeri tetap aman dan tidak akan mengalami gangguan signifikan pada bulan depan, meskipun situasi di Timur Tengah masih memanas dan harga minyak dunia terus meningkat.

Kepastian tersebut disampaikan pemerintah Korea Selatan setelah berhasil mengamankan pasokan alternatif serta menyiapkan rencana pelepasan cadangan strategis guna menjaga stabilitas energi nasional.

Sebelumnya, sejumlah perusahaan pengilangan dan petrokimia dalam negeri memproyeksikan potensi keterbatasan pasokan minyak pada April. Mereka memperkirakan stok yang tersedia hanya cukup untuk empat hingga lima minggu, sementara impor dari kawasan non-Timur Tengah seperti Amerika Serikat dan Australia masih terbatas.

Pejabat Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi, Yang Gi-uk, mengungkapkan bahwa lonjakan harga minyak dunia saat ini berada pada level yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Harga minyak internasional baru-baru ini, termasuk minyak mentah Dubai yang mencapai 158 dolar AS per barel, meningkat lebih cepat dibandingkan saat perang Rusia-Ukraina pada 2022, sehingga menciptakan situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.” ujarnya.

Meski demikian, pemerintah menegaskan terus memantau kondisi pasokan minyak secara real-time dan optimistis langkah antisipatif yang telah disiapkan mampu mencegah terjadinya krisis.

“Meskipun impor minyak mentah pada April diperkirakan akan menurun dibandingkan kondisi normal, arus pasokan alternatif yang stabil serta rencana pelepasan cadangan strategis pada pertengahan April diharapkan dapat mencegah gangguan pasokan yang signifikan.” ujarnya.

Pemerintah Korea Selatan juga memastikan bahwa perusahaan pengilangan dalam negeri telah mengamankan jalur impor alternatif yang tidak melalui Selat Hormuz, jalur vital energi global yang saat ini terdampak ketegangan geopolitik.

Selain itu, pemerintah Korea Selatan telah merencanakan impor minyak dari Uni Emirat Arab. Dari total 24 juta barel yang akan didatangkan, sebanyak 4 juta barel dijadwalkan tiba dalam dua pengiriman pada akhir Maret dan 1 April, sementara 18 juta barel sisanya akan mulai masuk pada awal hingga pertengahan April.

Terkait impor minyak dari Rusia, Yang menyebut perusahaan dalam negeri masih bersikap hati-hati. Hal ini dipengaruhi oleh sejumlah pertimbangan, mulai dari kualitas minyak, risiko transaksi keuangan, hingga potensi sanksi lanjutan.

Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah Korea Selatan optimistis pasokan energi nasional tetap terjaga meskipun tekanan global terus meningkat.

Sumber: Yonhap

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *