RBN || Jakarta
Puskesmas Pulau Sembilan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, menerapkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan pendekatan yang melibatkan Usaha Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Usaha Kesehatan Perorangan (UKP). Program ini tidak hanya dilaksanakan di gedung puskesmas, tetapi juga dilaksanakan di posyandu dan Puskesmas Pembantu (Pustu) di berbagai dusun. Harapannya, masyarakat dapat lebih memahami kondisi kesehatan mereka, sehingga penyakit bisa segera ditangani dengan tepat.
Dalam tayangan Bincang Online Inspiratif (BIONS) Seri 293, Kepala UPTD Puskesmas Pulau Sembilan, Agussalim, SKM., menjelaskan bahwa program CKG ini telah terintegrasi langsung dengan layanan Integrated Laboratory Program (ILP) selama satu tahun pelaksanaan.
“Pola pelaksanaan CKG di Puskesmas Pulau Sembilan sudah terintegrasi dengan layanan ILP. Ini membantu masyarakat lebih mudah mengakses layanan kesehatan,” ujar Agussalim, Sabtu (7/2/2026).
Akses transportasi yang terbatas menjadi salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan program ini. Oleh karena itu, layanan CKG juga digelar di posyandu atau Pustu agar masyarakat yang kesulitan datang ke puskesmas bisa tetap mendapatkan pemeriksaan kesehatan.
Pada tahun 2025, sekitar 1.839 dari 7.000 warga Pulau Sembilan memanfaatkan layanan CKG. Meskipun program ini baru, banyak masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah dan orang dewasa berusia 40-59 tahun, yang telah memanfaatkannya.
“Koordinasi dengan Dinas Pendidikan juga diperkuat untuk menjangkau anak-anak usia sekolah agar mereka dapat mengikuti layanan CKG,” lanjut Agussalim.
Dari hasil pemeriksaan di Puskesmas Pulau Sembilan, data menunjukkan bahwa 30% pasien yang memanfaatkan layanan CKG menderita hipertensi, sementara sekitar 5% menderita diabetes melitus (gula darah). Selain itu, 8% masyarakat mengalami karies gigi, dan ada 5-10 orang yang mengalami gangguan penglihatan serta gangguan pendengaran.
Selain tantangan akses transportasi, cuaca yang tidak menentu juga menjadi kendala dalam pelaksanaan CKG. Biaya operasional untuk transportasi menggunakan kapal warga juga menjadi tantangan tersendiri. Namun, Puskesmas Pulau Sembilan tetap berupaya dengan menyediakan layanan rawat inap dan UGD serta tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter umum, dokter gigi, perawat, bidan, farmasi, ahli gizi, dan kesehatan lingkungan.
“Namun, kendala teknis juga ada, terutama dalam penginputan data CKG ke aplikasi ASIK, karena jaringan internet yang kurang stabil. Untuk mengatasi hal ini, kami telah membeli Starlink untuk memperbaiki koneksi internet,” jelas Agussalim.
Sebagai strategi untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, pada awal 2025, Puskesmas Pulau Sembilan meluncurkan program “Paroli” (Panggilan datang pemeriksaan ke posyandu layanan terintegrasi). Program ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak masyarakat agar ikut serta dalam pemeriksaan kesehatan CKG.
“Posyandu kini memiliki peta target untuk menjaring masyarakat agar mau melakukan layanan CKG, ini akan terus kami tingkatkan,” tutup Agussalim.











