BIONS 292: Gen Millenial & Gen Z Menikmati Proses Hidup di Tengah Tekanan Zaman

  • Share
Bincang Online Inspiratif (BIONS) Seri 292

RBN || Jakarta

Di tengah derasnya arus media sosial yang kerap menampilkan pencapaian dan kemewahan, generasi Millenial & Z mulai mendefinisikan ulang makna panggilan jiwa, kesuksesan, hingga kesehatan mental.

Hal itu terungkap dalam dialog lintas generasi bersama dr. Chintari Dyah, M.I.Kom (Gen Millenial) dan Talitha Maritza (Gen Z), yang saling berbagi pandangan tentang perjalanan hidup, karier, serta cara bertahan di era digital dalam tayangan Bincang Online Inspiratif (BIONS) Seri 292, Sabtu (24/1/2026).

Chintari mengaku, keputusan menjadi dokter bukanlah mimpi sejak kecil. Panggilan jiwa justru ia rasakan saat sudah duduk di bangku kuliah dan menjalani masa koas.

“Setelah benar-benar terjun, saya merasa ada tanggung jawab moral untuk membantu pasien. Menjadi dokter bukan sekadar profesi, tapi amanah,” ujar Chintari.

Berbeda dengan Chintari, Talitha melihat panggilan jiwa sebagai proses panjang menemukan arah hidup. Ia menilai istilah passion kini sering terasa membebani karena media sosial dipenuhi konten tentang kesuksesan instan.

“Panggilan jiwa itu finding your way in life. Kita harus menikmati hidup yang sedang dijalani sekarang, tanpa membandingkan diri dengan timeline orang lain,” kata Talitha.

Soal dilema antara mengejar stabilitas finansial atau makna hidup, Chintari yang kini berperan sebagai perempuan karier sekaligus ibu memilih bersikap realistis.

Ia mengaku tidak lagi terlalu ambisius. Baginya, menentukan prioritas jauh lebih penting agar tidak terjebak kekecewaan.

“Saya pilih mana yang harus dikerjakan dulu. Kalau semua dikejar sekaligus, capek sendiri,” ujarnya.

Sementara Talitha membagikan caranya menghadapi “kebisingan” dari luar. Ia terbiasa memilah pikiran yang datang, lalu menyeleksi mana yang benar-benar bermanfaat.

“Aku validasi dulu, lewat diskusi dengan teman atau lihat dari berbagai sudut. Jadi nggak semua yang lewat di kepala harus dipercaya,” tuturnya.

Tentang makna sukses, Chintari menekankan pentingnya keseimbangan.

“Buat saya, sukses itu saat mental kita sehat, pencapaian jalan, dan tetap punya waktu untuk keluarga,” katanya.

Talitha menambahkan, media sosial seharusnya tidak hanya menjadi ruang eksistensi, tetapi juga sarana berbagi nilai positif. Ia kini memilih mengisi akun pribadinya dengan konten seputar kesehatan mental.

“Banyak Gen Z yang merasa sendirian. Aku ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendiri,” ujarnya.

Talitha juga menyadari bahwa penilaian orang lain tak bisa dikendalikan.

“Mau bagaimanapun kita, pasti ada yang menilai. Yang bisa kita lakukan hanya menerima dan move on,” katanya.

Kesehatan mental menjadi isu penting bagi generasi muda. Menurut Talitha, banyak Gen Z yang memilih pindah-pindah pekerjaan demi mencari lingkungan yang nyaman dan menghindari tempat kerja yang toxic.

Sementara Chintari melihat generasi milenial kini mulai lebih terbuka membicarakan kondisi mental. Banyak yang tak ragu curhat kepada teman atau bahkan menemui psikolog saat mengalami burnout.

Dialog ini memperlihatkan bagaimana generasi muda Indonesia berusaha menemukan makna hidup di tengah tekanan sosial dan digital. Alih-alih terpaku pada standar kesuksesan lama, mereka mulai menempatkan kebahagiaan, keseimbangan, dan kesehatan mental sebagai bagian penting dari perjalanan hidup.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *