RBN || Jakarta
Seiring berjalannya waktu, pandangan tentang apa itu “menang” mengalami perubahan yang signifikan, terutama di kalangan Generasi Z. Hal ini disampaikan oleh Meika Maulia Putri dan Ni Putu Bening Mas Mannika dalam tayangan Bincang Online Inspiratif (BIONS) Seri 290, pada Sabtu (10/1/2026).
Bagi Meika, seorang anggota Gen Z, menang kini bukan lagi soal mencapai tujuan secepat-cepatnya. Menurutnya, kemenangan sejati adalah ketika seseorang dapat bergerak maju tanpa kehilangan jati diri dan tetap menikmati setiap proses yang dilalui.
“Tidak hanya fokus pada tujuan tetapi juga menikmati prosesnya,” ujarnya.
Bening, yang merupakan bagian dari Gen Alpha, memberikan definisi kemenangan yang lebih sederhana. Menurutnya, menang adalah ketika ia berhasil lulus tes di sekolah dengan sedikit remedi, serta memiliki teman-teman yang baik.
“Saya melakukan hal-hal yang disukai, seperti menonton dan menggambar, untuk bertahan dari kewajiban sekolah,” kata Bening.
Bagi Meika, generasi yang tumbuh di era digital ini, update status di media sosial bukan hanya untuk pamer, tetapi sebagai bentuk berbagi pengalaman dan merekam perjalanan hidupnya. Update status menjadi semacam “digital diary,” yang memungkinkan Meika untuk mengingat fase-fase yang telah dilalui. Menurutnya, kemenangan juga bisa terasa ketika kita ikut bahagia melihat pencapaian orang lain yang dibagikan di media sosial.
“Jika kita ikut merasa bahagia dan merayakan pencapaian orang lain, energi positif itu akan tertular kepada diri kita,” tambah Meika.
Sementara itu, Bening melihat update status sebagai kegiatan yang menyenangkan, seperti memposting gambar karya yang telah dibuat, foto liburan, dan momen kebersamaan dengan keluarga dan teman-teman.
“Update status untuk berbagi karya yang sudah kita buat,” jelas Bening.
Meskipun berada di dua generasi yang berbeda, baik Millennial maupun Gen Z memiliki banyak kesamaan. Kedua generasi ini menghadapi perubahan zaman yang hampir serupa, dengan Millennial menjadi jembatan antara generasi sebelumnya dan generasi berikutnya. Millennial dikenal dengan daya juang yang besar dan memiliki banyak pengalaman hidup, menjadikan mereka sebagai pemandu yang berharga bagi Gen Z.
Di sisi lain, Gen Z juga membawa nilai-nilai baru yang penting. Menurut Meika, Gen Z lebih memperhatikan keseimbangan hidup, seperti work-life balance, serta lebih peka terhadap isu kesehatan mental dan perubahan iklim.
“Gen Z memberi batasan terhadap dunia yang serba cepat ini, dengan lebih mengedepankan pentingnya menjaga kesehatan mental,” ujar Meika.
Sebagai cara untuk menghadapi FOMO di media sosial, Meika mengingatkan bahwa apa yang terlihat di media sosial hanyalah potongan kecil dari kehidupan orang lain. Potongan-potongan ini sering kali hanya memperlihatkan kesenangan dan pencapaian, tanpa menampilkan pengorbanan yang terjadi di baliknya. Untuk itu, Meika mengingatkan pentingnya memiliki self-awareness dan tujuan hidup yang jelas.
“Kita harus bisa menyaring apa yang sesuai dengan value yang kita punya,” tutur Meika.
Bening menambahkan bahwa generasi sebelumnya cenderung berusaha mencoba banyak hal. Bening sendiri sebagai Gen Alpha turut membantu pekerjaan rumah, seperti menyapu dan mencuci piring, sebagai cara untuk berkontribusi dalam kehidupan sehari-hari.
Generasi Z dan Alpha mungkin memiliki cara pandang yang berbeda dalam menghadapi dunia digital dan kehidupan sehari-hari. Namun, keduanya saling melengkapi dan memberikan pengaruh yang signifikan bagi perkembangan zaman. Meika dan Bening, sebagai perwakilan dari Gen Z dan Gen Alpha, menunjukkan bagaimana mereka belajar untuk menikmati proses, berbagi kebahagiaan, dan menjaga keseimbangan dalam hidup mereka. Sebuah perjalanan hidup yang penuh dengan perubahan, namun tetap menghargai nilai-nilai yang penting.











