RBN || Yunani
Badai kuat yang melanda Yunani dalam 24 jam terakhir menyebabkan angin kencang dan banjir di sejumlah wilayah. Bencana ini menewaskan satu orang serta memunculkan fenomena langit merah di Pulau Kreta yang menyerupai suasana apokaliptik.
Langit di Kreta berubah menjadi merah pekat akibat kombinasi badai dengan angin kencang dan debu dari Gurun Sahara. Fenomena ini menciptakan pemandangan tidak biasa yang menyelimuti pulau tersebut.
Di daratan utama Yunani, seorang pria berusia 55 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah terseret arus banjir dan terjebak di bawah mobil di kota Nea Makri, sekitar 25 kilometer timur laut ibu kota Athena.
Petugas pemadam kebakaran, Yiannis Tsingas, mengatakan pihaknya menerima ratusan laporan darurat selama badai berlangsung.
“Petugas pemadam kebakaran menerima sekitar 500 panggilan bantuan, termasuk mengevakuasi 33 orang yang terjebak akibat banjir, menebang pohon tumbang, dan menyedot air dari rumah-rumah yang terendam,” ujarnya kepada radio pemerintah.
Badai juga menyebabkan pemadaman listrik di sejumlah wilayah pinggiran Athena. Lalu lintas di pusat kota pun lumpuh akibat banyaknya pohon tumbang dan kendaraan yang mogok karena genangan air.
Di sejumlah pulau lain di Laut Aegea, hujan deras dan gelombang tinggi memperparah kondisi. Jalan-jalan berubah menjadi aliran air seperti sungai kecil yang membahayakan warga.
Di Pulau Paros, beberapa kendaraan terseret arus banjir, sementara sebuah jembatan kecil dilaporkan roboh. Pemerintah setempat mengambil langkah darurat dengan menutup sekolah pada Kamis guna menjaga keselamatan warga.
Badai ini menjadi peringatan akan potensi cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi, yang dapat menimbulkan dampak serius bagi keselamatan dan infrastruktur di berbagai wilayah.
Sumber: ABC News











