BIONS 289: Pesan Baby Boomers Untuk Gen Z Agar Tetap Adaptif Dan Harmonis

  • Share
Bions 289
Bions 289

RBN || Jakarta

Perbedaan generasi bukan lagi sekadar soal usia, tetapi juga cara berpikir, berkomunikasi, dan membangun identitas diri. Hal itu mengemuka dalam perbincangan tentang pengaruh generasi baby boomers, yang kerap diidentikkan dengan era film Gita Cinta di SMA, terhadap pembentukan budaya dan identitas Generasi Z di tengah derasnya arus teknologi dan budaya populer.

Hal tersebut disampaikan dalam tayangan Bincang Online Inspiratif (BIONS) Seri 289 pada Sabtu (3/1/2026) yang menghadirkan narasumber Dosen & Praktisi Pendidikan, Dr. Yasmine Yessy Gusman, SH., M.BA. Kemudian, narasumber dari Gen Z, Michael Joan Andrew Silalahi.

Michael menilai, generasi baby boomers memiliki peran besar dalam membentuk budaya visual dan ekspresi generasi setelahnya. Pada masanya, video klip, musik, dan film menjadi medium penting untuk memperkenalkan cara baru dalam mengekspresikan diri dan membangun identitas.

“Setiap generasi punya karakteristik dan perilaku yang berbeda. Perbedaan pemikiran itu pasti ada, tapi yang terpenting adalah kemampuan untuk saling beradaptasi agar tidak tertinggal zaman,” ujar Michael.

Ia menekankan pentingnya sikap terbuka lintas generasi. Menurutnya, tidak ada satu generasi pun yang paling benar, karena perubahan zaman menuntut cara pandang yang lebih fleksibel dan kolaboratif.

Pandangan senada disampaikan Yessy Gusman, ikon generasi Gita Cinta di SMA. Ia menilai, generasi yang lebih tua tidak seharusnya merasa selalu benar, melainkan perlu membuka ruang dialog dan kerja sama dengan generasi yang lebih muda, terutama dalam hal inovasi dan kreativitas.

“Setiap generasi punya keunikan masing-masing, dan kita selalu bisa belajar dari siapa pun,” kata Yessy.

Menyinggung pola komunikasi di era digital, Michael menilai komunikasi langsung dan komunikasi digital sama-sama memiliki peran penting. Komunikasi digital unggul dari sisi efisiensi dan jangkauan yang luas, sementara komunikasi tatap muka memberikan kedalaman emosional karena memungkinkan seseorang membaca ekspresi dan perasaan lawan bicara secara langsung.

Perkembangan teknologi juga dinilai telah mengubah cara Generasi Z berinteraksi dengan budaya populer. Jika dulu masyarakat hanya menjadi konsumen, kini media sosial memungkinkan siapa saja untuk ikut memproduksi dan menyebarkan konten.

“Teknologi membuat perubahan terjadi sangat cepat. Tantangannya adalah perbedaan kecepatan adaptasi antarindividu dan antargenerasi. Di sisi lain, Gen Z juga bisa mengajarkan penggunaan teknologi kepada generasi sebelumnya,” ujar Michael.

Yessy Gusman berharap semua generasi dapat saling mendampingi dan memahami dampak kemajuan teknologi yang dirasakan masing-masing. Ia juga mendorong generasi muda, termasuk milenial dan Gen Z, untuk tidak hanya menciptakan peluang kerja bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain.

Menurutnya, baby boomers perlu memberi kepercayaan lebih kepada Gen Z, tanpa terlalu banyak mengkritisi hal-hal kecil yang justru dapat menghambat ekspresi dan kreativitas generasi muda.

“Gen Z perlu ruang untuk mengekspresikan diri. Kalau terlalu dikritisi, mereka bisa merasa serba salah,” ujarnya.

Dalam konteks keluarga, Yessy menekankan pentingnya komunikasi. Ia mengingatkan para orang tua agar tidak lelah mengajak anak berbicara, memberi kepercayaan, bersikap fleksibel, dan menghargai setiap pencapaian anak.

Michael menambahkan, keterbukaan terhadap perbedaan pola pikir menjadi kunci kolaborasi lintas generasi. Ia berharap generasi sebelumnya dan generasi saat ini dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan yang lebih baik, sementara Generasi Alpha diharapkan mampu menjaga nilai-nilai positif dari generasi sebelumnya dan meninggalkan kebiasaan negatif.

Menutup perbincangan, Yessy Gusman menekankan pentingnya membangun “jembatan” antar generasi baby boomers, milenial, Gen Z, hingga Gen Alpha, agar perubahan zaman tidak memutus nilai, tetapi justru memperkaya peradaban.

“Untuk generasi selanjutnya, kuatkan iman. Semua hal membutuhkan proses dan usaha,” pungkasnya.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *