RBN || Jakarta
Perkembangan perdagangan digital telah melahirkan berbagai profesi baru, salah satunya host seller live streaming. Profesi ini tidak hanya dituntut mampu memasarkan produk, tetapi juga harus memiliki kemampuan komunikasi, kreativitas, serta membangun kedekatan dengan calon pembeli secara langsung.
Host seller live streaming, Lie Agnes Corina, dalam tayangan Bincang Online Inspiratif (BIONS) Seri 314 pada Sabtu (11/7/2026), membagikan kisah perjalanannya menekuni profesi tersebut yang telah dijalani selama empat tahun. Menurutnya, langkah awal menjadi host justru berawal dari masa pandemi Covid-19.
Saat itu, Agnes masih duduk di bangku SMA. Kebijakan pembatasan aktivitas akibat pandemi membuatnya mencari kegiatan baru untuk mengisi waktu luang.
“Agnes sudah menggeluti profesi host seller live streaming selama empat tahun. Perjalanan ini dimulai sejak masa Covid-19 akibat lockdown. Saat itu saya masih sekolah SMA. Karena merasa bosan, akhirnya mencoba menjadi host live di Nimo TV,” ujarnya.
Setelah lulus SMA, Agnes mulai mencoba menjadi host seller paruh waktu di sebuah perusahaan parfum. Pengalaman tersebut kemudian berkembang hingga akhirnya menjadi pekerjaan utama yang ia tekuni saat ini.
Menurut Agnes, keberhasilan penjualan melalui live streaming sangat dipengaruhi oleh kualitas seorang host. Seorang host tidak hanya bertugas menawarkan produk, tetapi juga menjadi representasi dari sebuah merek.
Ia menjelaskan, cara berbicara, bersikap, hingga berinteraksi dengan audiens harus mampu mencerminkan citra atau brand image perusahaan. Audiens, kata dia, tidak hanya menilai produk yang ditawarkan, tetapi juga memperhatikan bagaimana host menyampaikan pesan dan membangun kepercayaan.
Selain itu, host seller juga berperan sebagai penghubung antara brand dengan calon pembeli, sehingga mampu membantu audiens memahami manfaat dan keunggulan produk yang ditawarkan.
Agnes mengungkapkan, beberapa menit pertama dalam siaran langsung menjadi momen yang sangat menentukan apakah audiens akan bertahan menyaksikan live streaming atau tidak.
“Pertama membuka live streaming dengan menyapa audiens, perkenalan diri dengan intonasi yang tepat, sampaikan apa yang menarik dari live streaming kita,” ujar Agnes.
Ia menambahkan, host harus lebih fokus pada kebutuhan audiens daripada sekadar mempromosikan produk. Memberikan solusi, rekomendasi, dan menunjukkan empati terhadap permasalahan calon pembeli dinilai mampu membangun hubungan yang lebih dekat.
Pengalaman pribadi juga menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan kepercayaan penonton. Namun, Agnes menegaskan bahwa host harus tetap jujur dan tidak melakukan klaim berlebihan terhadap produk.
“Teknik efektif untuk meningkatkan kepercayaan pembeli yaitu menguatkan story telling karena audiens bisa merasa relate, menyampaikan deskripsi produk dengan bahasa yang komunikatif dan sederhana atau santai,” katanya.
Dalam setiap sesi live streaming, Agnes selalu berusaha memahami karakter audiens melalui komentar yang masuk maupun produk yang paling sering dilihat oleh penonton. Informasi tersebut menjadi acuan untuk menentukan cara mempresentasikan produk secara lebih tepat.
Ia menilai komunikasi dua arah merupakan salah satu faktor utama yang membuat sesi live menjadi menarik. Karena itu, host harus aktif mengajak audiens berdiskusi, menjawab pertanyaan, hingga mendemonstrasikan penggunaan produk secara langsung.
Menurut Agnes, profesionalisme juga harus tetap dijaga meski jumlah penonton tidak banyak. Antusiasme dalam menjelaskan produk serta kemampuan berimprovisasi menjadi bekal penting agar suasana live streaming tetap hidup dan tidak terasa kaku.
Bagi Agnes, profesi host seller bukan sekadar berbicara di depan kamera, melainkan membangun kepercayaan, menghadirkan pengalaman belanja yang menyenangkan, dan menjadi jembatan antara sebuah brand dengan konsumennya.











