Ukraina Tangkap 10 Orang Terkait Dugaan Rencana Pembunuhan Pejabat, Diduga Atas Perintah Rusia

  • Share
Ukraina menuduh Rusia membayar lebih dari Rp1,6 miliar per orang untuk membunuh tokoh-tokoh penting Ukraina, termasuk Presiden Volodymyr Zelensky. Foto/NDTV

RBN || Kyiv

Otoritas Ukraina mengumumkan penangkapan 10 orang yang diduga terlibat dalam rencana pembunuhan terhadap tokoh politik senior Ukraina. Penangkapan dilakukan dalam operasi gabungan dengan aparat penegak hukum Moldova, yang juga mengamankan sejumlah tersangka terkait kasus tersebut.

Jaksa Agung Ukraina Ruslan Kravchenko mengatakan kelompok tersebut diduga merencanakan pembunuhan terhadap warga Ukraina dan tokoh asing yang memiliki pengaruh penting. Ia menyebut operasi tersebut berhasil mengungkap jaringan terorganisir yang diduga terlibat dalam rencana pembunuhan berencana.

Menurut Kravchenko, aparat penegak hukum telah melakukan sekitar 20 penggeledahan di berbagai lokasi. Dari operasi tersebut, petugas menyita sejumlah barang bukti, termasuk uang tunai, senjata, bahan peledak, serta perangkat komunikasi yang diduga terkait dengan pihak Rusia.

Dari total tersangka, tujuh orang ditangkap di Ukraina, sementara tiga lainnya, termasuk pihak yang diduga sebagai koordinator operasi, ditangkap di Moldova. Pemerintah Moldova juga mengonfirmasi adanya kerja sama penyelidikan terkait rencana yang disebut bertujuan melakukan pembunuhan terhadap sejumlah tokoh publik Ukraina.

Pihak Ukraina menyebut salah satu target yang diduga menjadi sasaran adalah Andriy Yusov, pejabat yang bertugas di bidang komunikasi strategis militer Ukraina dan terlibat dalam koordinasi pertukaran tahanan dengan Rusia.

Kravchenko menyatakan bahwa para pelaku diduga dijanjikan bayaran hingga 100.000 dolar AS atau lebih dari Rp1,6 miliar, tergantung pada profil dan tingkat pengaruh target yang menjadi sasaran.

Sejak konflik antara Rusia dan Ukraina meningkat dalam beberapa tahun terakhir, Kyiv berulang kali menuduh Rusia merencanakan upaya pembunuhan terhadap pejabat penting Ukraina, termasuk Presiden Volodymyr Zelensky. Namun, hingga kini, pihak Rusia belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan terbaru tersebut.

Di sisi lain, Rusia juga pernah menuduh Ukraina berada di balik serangkaian pembunuhan terhadap tokoh militer dan politik di wilayah yang dikuasai Rusia. Situasi ini menunjukkan ketegangan yang terus berlanjut antara kedua negara di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Sumber: SindoNews

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *