Tujuh Orang Didakwa Tuduhan Terorisme Menjelang Demonstrasi Aksi Palestina Di London

  • Share

RBN || Inggris

Tujuh orang warga Inggris dan Skotlandia telah didakwa dengan tuduhan terorisme terkait pengorganisasian protes yang dilakukan melalui Zoom yang berkaitan dengan kelompok terlarang Aksi Palestina, kata polisi.

Dugaan pelanggaran tersebut terkait dengan pengorganisasian protes publik guna mendukung Aksi Palestina di London,  Manchester, dan Cardiff, serta demonstrasi yang direncanakan Sabtu ini di London.

Dakwaan tersebut mencakup 13 pertemuan via Zoom yang diduga dilaksanakan secara mendadak antara bulan Juli dan Agustus untuk mendukung kelompok terlarang tersebut.

Defend Our Juries, sebuah organisasi aktivis Inggris yang berafiliasi dengan Aksi Palestina, mengatakan bahwa ketujuh orang yang didakwa adalah anggota kelompoknya. Mereka mengkritik penangkapan tersebut dan mengatakan bahwa penangkapan tersebut tidak akan menghalangi orang-orang untuk berpartisipasi dalam protes akhir pekan ini.

Aksi Palestina yang berpusat di Inggris, bertujuan untuk mengganggu pasokan senjata ke Israel, telah dilarang pada Juli, sebulan setelah dua anggotanya menerobos masuk ke pangkalan udara Inggris, dan merusak dua pesawat militer.

Larangan terhadap kelompok tersebut menjadikan setiap aktivitas Aksi Palestina menjadi ilegal menurut hukum Inggris, dan menempatkan mereka setara dengan organisasi teroris seperti Hamas, Al Qaeda, dan ISIS.

Larangan tersebut telah memicu kritik publik, termasuk dari Kepala HAM PBB. Pada bulan Juni, kelompok tersebut memperoleh izin untuk mengajukan banding atas larangan di Pengadilan tinggi pada November nanti. Hakim dalam sidang tersebut mengatakan bahwa “dapat diperdebatkan secara wajar” bahwa larangan tersebut telah secara tidak proporsional mengganggu hak kebebasan berekspresi, berkumpul, dan berserikat berdasarkan Konvensi Eropa tentang HAM.

Namun, hakim menolak menangguhkan larangan saat ini sebelum sidang pada November.

Enam orang yang berusia antara 26 hingga 62 tahun, didakwa pada Rabu (3/9) sebagai bagian dari penyelidikan yang dipimpin oleh Komando Antiterorisme Kepolisian Metropolitan London. Sebelumnya, satu orang telah didakwa pada Selasa dalam penyelidikan terkait di Skotlandia.

Kepala Detektif Inspektur Helen Flanagan mengatakan tuduhan tersebut merupakan hasil dari “investigasi proaktif terhadap dugaan aktivitas terkait Aksi Palestina.”

“Aksi Palestina jelas-jelas dilarang sebagai kelompok teroris, dan mereka yang menunjukkan dukungan terhadap kelompok ini, atau mendorong orang lain untuk melakukan aksi, dapat ditangkap, diselidiki, dan dituntut,” tambah Flanagan.

Polisi menangkap ketujuh tersangka pada Selasa menjelang konferensi pers yang dijadwalkan hari Rabu. Mereka ditahan dan dijadwalkan hadir di Pengadilan pada Kamis.

Lebih dari 700 orang telah ditangkap dan 114 orang didakwa oleh Kepolisian Metropolitan sehubungan dengan demonstrasi musim panas ini.

Video demonstrasi di media sosial menunjukkan polisi menangkap para pengunjuk rasa lansia dan disabilitas. Beberapa diantaranya dibawa pergi oleh petugas setelah ditangkap karena memegang spanduk bertuliskan: “Saya menentang genosida. Saya mendukung Aksi Palestina.”

 

Sumber: CNN World

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *