Trump Tawarkan Diri Jadi Mediator Sengketa Pembagian Air Sungai Nil Antara Mesir dan Ethiopia

  • Share
Foto: Anadolu Agency

RBN || Amerika Serikat

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menawarkan diri untuk memediasi sengketa panjang mengenai pembagian air Sungai Nil antara Mesir dan Ethiopia. Tawaran ini disampaikan melalui sebuah surat yang dikirim kepada Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi pada Jumat (16/1/2026).

“Saya siap memulai kembali mediasi Amerika Serikat antara Mesir dan Ethiopia untuk secara bertanggung jawab menyelesaikan persoalan ‘pembagian air Sungai Nil’ untuk selamanya,” tulis Trump dalam surat yang juga diunggah di akun Truth Social miliknya.

Sengketa ini semakin memanas setelah Ethiopia meresmikan pembangunan Bendungan Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD) pada 9 September 2025, yang memicu kemarahan Mesir. Mesir, yang berada di hilir Sungai Nil, sangat bergantung pada aliran airnya, sehingga merasa terancam dengan proyek besar ini.

Bagi Ethiopia, yang memiliki lebih dari 120 juta penduduk, bendungan senilai sekitar US$5 miliar ini dianggap sebagai proyek kunci dalam ambisi ekonomi nasionalnya, termasuk untuk memenuhi kebutuhan listrik domestik. Namun, Mesir menilai pembangunan bendungan ini melanggar perjanjian internasional yang telah ada dan berpotensi menimbulkan masalah besar, seperti kekeringan atau banjir di wilayahnya. Klaim ini dibantah oleh pihak Ethiopia.

Tawaran Trump untuk kembali menjadi mediator dalam sengketa ini bukan hal baru. Sebelumnya, Trump beberapa kali memuji kepemimpinan al-Sisi, termasuk saat kunjungannya ke Mesir pada Oktober lalu untuk menandatangani kesepakatan terkait konflik Gaza. Dalam beberapa pernyataan publiknya, Trump juga sering mengungkapkan kekhawatiran Mesir mengenai pembagian air Sungai Nil.

Sumber: Metro Tv

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *