Seoul Gelar Pertemuan Darurat Setelah Warganya Ditahan Dalam Penggerebekan Hyundai AS

  • Share
Seoul Gelar Pertemuan Darurat Setelah Warganya Ditahan Dalam Penggerebekan Hyundai AS
Seoul Gelar Pertemuan Darurat Setelah Warganya Ditahan Dalam Penggerebekan Hyundai AS

RBN ||  Korea Selatan

Pemerintah Korea Selatan telah mengadakan pertemuan darurat dan berjanji untuk segera menanggapi penangkapan ratusan warganya dalam penggerebekan imigrasi besar-besaran di pabrik Hyundai di AS, Sabtu (6/9).

Seoul telah mengirimkan diplomat ke Georgia, sementara LG Energy Solution, yang mengoperasikan pabrik tersebut bersama Hyundai, mengatakan pihaknya menangguhkan sebagian besar perjalanan bisnis ke AS.

Pejabat AS menahan 475 orang – sebagian besar warga negara Korea Selatan – yang menurut mereka bekerja secara ilegal di pabrik baterai, yang menjadi salah satu proyek investasi asing terbesar di negara bagian AS.

Gedung Putih mendukung operasi tersebut, dan menepis kekhawatiran bahwa penggerebekan itu dapat menghalangi investasi asing.

“Mereka adalah imigran ilegal dan ICE (Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS) hanya menjalankan tugasnya,” ujar Presiden Donald Trump.

Video yang dirilis oleh pejabat ICE menunjukkan pekerja asing yang dibelenggu didepan sebuah gedung, beberapa mengenakan rompi kuning dengan logo Hyundai dan LG CNS.

“Orang-orang dengan visa jangka pendek atau rekreasi tidak diizinkan bekerja di AS,” kata ICE, seraya menambahkan bahwa penggerebekan itu diperlukan untuk melindungi lapangan kerja di AS.

“Operasi ini mengirimkan pesan yang jelas bahwa mereka yang mengeksploitasi sistem dan melemahkan tenaga kerja kita akan dimintai pertanggungjawaban,” ujar Agen Khusus Investigasi Keamanan Dalam Negeri (HSI) Steven Schrank dalam sebuah pernyataan pada Sabtu.

Korea Selatan, sekutu dekat AS, telah menjanjikan puluhan miliar dollar dalam investasi manufaktur AS, sebagian untuk mengimbangi tarif.

Penggerebekan itu terjadi ketika kedua negara terlibat dalam pembicaraan perdagangan yang sensitif, sehingga telah menimbulkan kekhawatiran di Seoul.

Trump secara aktif mendorong investasi besar dari negara lain sambil memperketat alokasi visa untuk investor asing.

Banyak karyawan LG yang ditangkap sedang dalam perjalanan bisnis dengan berbagai visa atau dibawah program bebas visa, kata para pejabat.

Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Cho Hyun, mengatakan bahwa ia merasa “sangat bertanggungjawab atas penangkapan warga negara kami,” saat memimpin rapat darurat mengenai masalah tersebut pada Sabtu.

Ia mengatakan bahwa pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Perlindungan Warga Korea di Luar Negeri untuk menanggapi penangkapan tersebut dan ia akan pergi ke Washington jika diperlukan.

“Segera setelah insiden ini diketahui, Presiden menekankan bahwa tindakan penegakan hukum AS tidak boleh secara tidak adil melanggar hak-hak warga negara kami atau kegiatan ekonomi perusahaan-perusahaan kami yang berinvestasi di AS,” ujarnya.

Pada Sabtu, LG Energy Solution mengumumkan pihaknya akan mengirim Kepala SDM Kim Ki-Soo ke Georgia pada hari Minggu ini.

“Kami berupaya sekuat tenaga untuk memastikan pembebasan cepat para tahanan dari perusahaan kami dan firma mitra,” ujarnya Kim.

“Kami sedang memastikan ketersediaan obat-obatan melalui jaringan kontak darurat untuk para tahanan dan berencana meminta agar obat-obatan yang diperlukan dikirimkan kepada mereka yang ditahan.”

Perusahaan itu mengatakan pihaknya menangguhkan sebagian besar perjalanan bisnis ke AS dan mengarahkan karyawan yang bertugas di AS untuk segera pulang.

Media Korea Selatan menggambarkan penggerebekan itu sebagai sebuah “kejutan”, dengan surat kabar Dong-A Ilbo memperingatkan bahwa hal itu dapat memiliki “dampak yang mengerikan pada aktivitas bisnis Korea Selatan di AS.”

Pabrik tersebut, yang memproduksi kendaraan listrik, telah disebut oleh Gubernur Georgia dari Partai Republik sebagai proyek pengembangan ekonomi terbesar dalam sejarah negara bagian tersebut, yang memperkerjakan 1.200 orang.

Para pekerja yang ditangkap ditahan di fasilitas ICE di Folkstone, Georgia.

LG Energy Solution mengatakan 47 karyawannya dan 250 pekerja kontraktor ditahan.

Sumber: BBC News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *