Qatar Usir Diplomat Iran Usai Serangan Rudal, Ketegangan di Teluk Meningkat

  • Share
Ilustrasi. (Foto: AFP)

RBN || Jakarta

Pemerintah Qatar mengambil langkah tegas di tengah meningkatnya ketegangan kawasan dengan menyatakan sejumlah pejabat Iran sebagai persona non grata atau orang yang tidak diinginkan.

Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Qatar mengumumkan bahwa personel militer, atase keamanan, serta staf kedutaan Iran harus meninggalkan wilayah Qatar dalam waktu 24 jam.

Keputusan tersebut diambil sebagai respons atas serangan berulang yang dilakukan Iran di kawasan Teluk dalam beberapa waktu terakhir.

Sebelumnya, Iran dilaporkan melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone yang menargetkan berbagai negara di kawasan, termasuk Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.

Serangan tersebut disebut-sebut bertujuan menghancurkan aset militer Amerika Serikat yang berada di negara-negara tersebut, termasuk di Qatar.

Langkah militer Teheran ini merupakan bagian dari eskalasi konflik yang lebih luas, menyusul serangan yang sebelumnya dilakukan oleh Amerika Serikat bersama sekutunya, Israel, sejak akhir Februari lalu.

Serangan balasan dari Iran tidak hanya meningkatkan ketegangan geopolitik, tetapi juga menimbulkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa di sejumlah wilayah Teluk.

Pengusiran diplomat Iran oleh Qatar menjadi sinyal kuat meningkatnya tekanan diplomatik terhadap Teheran. Langkah ini juga mencerminkan kekhawatiran negara-negara Teluk terhadap dampak konflik yang semakin meluas di kawasan.

Situasi ini menambah daftar panjang eskalasi konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas regional maupun global, termasuk sektor energi dan keamanan internasional

Sumber: Detik News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *