RBN || Jakarta
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kunjungan luar negeri yang kerap ia lakukan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi besar untuk menjaga kepentingan nasional, khususnya dalam membuka peluang ekonomi dan lapangan kerja bagi rakyat Indonesia.
Dalam sebuah diskusi yang ditayangkan pada Minggu (22/3/2026), Prabowo menjelaskan bahwa posisi Indonesia di panggung global sangat strategis. Selain memiliki jumlah penduduk besar, Indonesia juga kaya akan sumber daya alam, yang sejak dahulu menjadikannya pusat perhatian dunia.
“Dari dulu Indonesia menjadi tujuan karena kekayaan kita. Sekarang kita harus pintar menjaga dan memanfaatkannya,” ujarnya.
Prabowo menekankan pentingnya kehadiran aktif Indonesia dalam berbagai forum internasional seperti ASEAN, G20, dan Organisasi Kerja Sama Islam. Menurutnya, absennya pemimpin dalam forum global dapat memengaruhi citra dan posisi tawar Indonesia di mata dunia.
Ia pun menepis anggapan bahwa kunjungan luar negeri yang dilakukannya sekadar “jalan-jalan”. Prabowo menegaskan bahwa setiap lawatan memiliki tujuan strategis.
“Saya datang untuk menjaga kepentingan rakyat, termasuk membuka lapangan kerja,” tegasnya.
Presiden juga menyoroti pentingnya diplomasi langsung dalam mempercepat kesepakatan internasional. Salah satu contohnya adalah perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif (CEPA) dengan negara-negara seperti Uni Eropa dan Kanada yang telah membuka akses pasar lebih luas bagi produk Indonesia.
Menurutnya, hasil dari diplomasi tersebut memberikan keuntungan nyata, seperti penghapusan tarif bagi sejumlah produk unggulan Indonesia, termasuk tekstil dan alas kaki.
Prabowo menambahkan bahwa dinamika global saat ini tidak lagi hanya soal geopolitik, tetapi juga geoekonomi. Oleh karena itu, hubungan baik antarnegara menjadi kunci untuk menghindari tekanan sekaligus memperkuat posisi Indonesia di dunia internasional.
“Kalau hubungan kita tidak baik, kita bisa mendapat tekanan. Karena itu, kita harus kuat secara ekonomi dan diplomasi,” ujarnya.
Melalui pendekatan tersebut, Prabowo berharap Indonesia tidak hanya menjadi objek kepentingan global, tetapi mampu berdiri tegak sebagai kekuatan yang disegani dan mandiri di kancah internasional.
Sumber: Detik News











