RBN || Jakarta
Holding pertambangan nasional MIND ID mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan membukukan pendapatan sebesar Rp159 triliun atau sekitar 4 persen di atas target. Capaian ini disampaikan Direktur Utama Maroef Sjamsoeddin dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta pada Senin, 13 April 2026.
Maroef menjelaskan bahwa pencapaian tersebut diraih di tengah berbagai tantangan dan dinamika yang dihadapi perusahaan sepanjang tahun 2025. Salah satu perubahan besar terjadi pada Februari 2025 dengan masuknya Danantara sebagai pengelola, disertai perubahan regulasi harga patokan mineral dan batu bara yang turut memengaruhi operasional perusahaan.
Selain itu, pada pertengahan tahun terjadi pergantian manajemen serta dinamika operasional, termasuk insiden di PT Freeport Indonesia. Meski menghadapi berbagai kondisi tersebut, MIND ID tetap mampu menjaga kinerja dengan mencatat EBITDA sebesar Rp42 triliun atau 3 persen di atas target, serta laba bersih Rp29 triliun atau 13 persen melampaui target.
Ke depan, manajemen MIND ID berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja melalui penguatan sinergi antar perusahaan dalam grup, khususnya pada proyek hilirisasi yang memiliki nilai tambah tinggi. Selain itu, fokus juga diarahkan pada peningkatan manajemen risiko, keselamatan kerja, serta tata kelola perusahaan yang baik guna mendukung kontribusi terhadap perekonomian nasional.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto menilai kinerja MIND ID menunjukkan arah pengelolaan industri pertambangan yang semakin terintegrasi. Ia menekankan bahwa kebijakan hilirisasi yang dijalankan perusahaan merupakan langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya dalam jangka panjang menuju target pembangunan ekonomi Indonesia.
Sumber: Antara News











