RBN || Yaman
Konflik di Timur Tengah semakin meluas setelah kelompok pemberontak Houthi dari Yaman secara resmi menyatakan keterlibatannya dalam perang dengan meluncurkan rudal balistik ke arah Israel pada Sabtu (29/3/2026). Langkah ini terjadi di tengah upaya dunia menahan dampak ekonomi dari konflik yang kini memasuki bulan kedua.
Keterlibatan Houthi, yang merupakan sekutu Iran, memicu kekhawatiran baru terkait gangguan jalur perdagangan di Laut Merah. Sebelumnya, arus perdagangan melalui Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama distribusi minyak, sudah terganggu akibat konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Dengan kondisi Selat Hormuz yang hampir tidak dapat dilalui, sebagian besar pengiriman dialihkan melalui pelabuhan Salalah di Oman. Namun, perusahaan pelayaran asal Denmark, Maersk, mengumumkan penghentian sementara operasional di pelabuhan tersebut setelah serangan drone melukai seorang pekerja dan merusak sebuah crane.
Di tengah meningkatnya ketegangan, Pakistan berupaya menjadi mediator dengan mengundang menteri luar negeri dari Arab Saudi, Turki, dan Mesir untuk menggelar pertemuan di Islamabad pada Senin (31/3/2026). Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahkan menyampaikan apresiasi kepada Pakistan atas peran mediasi tersebut.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul menyatakan bahwa pertemuan langsung antara Amerika Serikat dan Iran diperkirakan akan segera terjadi di Pakistan. Utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, juga menyatakan optimisme bahwa dialog antara kedua negara dapat segera berlangsung.
“Saya yakin Iran akan melakukan pembicaraan dengan Washington dalam waktu satu minggu. Itu bisa menyelesaikan semuanya,” ujarnya.
Konflik ini bermula dari serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Peristiwa tersebut memicu eskalasi konflik yang berdampak luas, termasuk melonjaknya harga minyak dan gas dunia.
Dalam pernyataan video, juru bicara Houthi mengumumkan bahwa kelompoknya telah meluncurkan rudal balistik ke pangkalan militer Israel. Sebelumnya, militer Israel juga menyatakan telah mendeteksi peluncuran rudal dari Yaman menuju wilayahnya.
Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan di Israel, karena rudal tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara.
Sebelumnya, Houthi juga sempat menyerang kapal-kapal di Laut Merah dan Teluk Aden sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina dalam konflik Gaza. Namun, hingga kini, keterlibatan langsung dalam konflik terbaru baru terjadi pada Sabtu.
Dampak konflik juga terasa di sektor energi. Arab Saudi dilaporkan mengalihkan sebagian besar ekspor minyaknya ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah untuk menghindari Selat Hormuz yang diklaim Iran telah ditutup bagi negara-negara yang dianggap bermusuhan.
Militer Iran juga mengklaim telah menyerang kapal logistik milik Amerika Serikat di dekat pelabuhan Salalah. Pemerintah Oman mengonfirmasi adanya serangan drone di wilayah tersebut yang menyebabkan seorang pekerja asing terluka.
Selain jalur laut, sektor penerbangan juga terdampak. Bandara di Kuwait dan Erbil, Irak, dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan. Di Uni Emirat Arab, serangan rudal dan drone Iran ke kawasan industri Khalifa Economic Zone Abu Dhabi menyebabkan enam orang terluka serta kerusakan signifikan pada fasilitas milik Emirates Global Aluminium.
Di dalam negeri Iran, produksi di salah satu pabrik baja besar di wilayah barat daya dihentikan akibat serangan udara Amerika Serikat dan Israel, sebagaimana dilaporkan media setempat.
Pasukan Garda Revolusi Iran memperingatkan akan melakukan pembalasan terhadap kerugian ekonomi yang ditimbulkan, dengan menargetkan fasilitas industri di kawasan tersebut. Mereka juga mengklaim telah menemukan dan menjinakkan lebih dari 120 bom tandan yang belum meledak di Provinsi Fars.
Israel dilaporkan kembali melancarkan serangan ke Teheran, dengan seorang jurnalis AFP melaporkan sekitar 10 ledakan keras dan kepulan asap hitam di langit kota.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian turut mengirimkan pesan kepada negara-negara di kawasan.
“Jika Anda menginginkan pembangunan dan keamanan, jangan biarkan musuh kami menjalankan perang dari wilayah Anda,” tegasnya.
Di sisi lain, serangan rudal dan drone Iran ke Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi pada Jumat dilaporkan melukai sedikitnya 12 tentara Amerika Serikat, dua di antaranya dalam kondisi serius.
Hingga kini, belum ada tanda-tanda konflik akan segera mereda, sementara dampaknya terus meluas ke berbagai sektor, mulai dari ekonomi global hingga stabilitas kawasan.
Sumber: France24











