BIONS 279: Seni dan Kreativitas Ditengah Gempuran AI

  • Share
BIONS 279: Seni dan Kreativitas Ditengah Gempuran AI
BIONS 279: Seni dan Kreativitas Ditengah Gempuran AI

RBN || Jakarta

AI merupakan sistem komputer yang dirancang untuk meniru kecerdasan manusia, seperti belajar, berpikir, dan mencipta. AI tidak hanya meniru gaya, tetapi juga mampu berimajinasi berdasarkan deskripsi tekstual atau contoh visual. Hal ini disampaikan oleh Kaprodi Produksi Media Institute Media Digital Emtek, Teguh Setiawan, S.Pd., M.I.Kom, dalam tayangan Bincang Online Inspiratif (BIONS) Seri 279, pada Sabtu (25/10).

Teguh menjelaskan bahwa dalam bidang seni, contohnya seni lukis, terdapat tiga era yang terus mengalami transformasi. Pertama, era konvensional, dimana pelukis masih menggunakan kuas dan cat air/cat minyak untuk melukis. Kedua, era digital, pelukis mulai memanfaatkan teknologi seperti aplikasi Photoshop untuk membuat gambar. Ketiga, era AI, dimana pelukis menuliskan imajinasi dalam suatu prompt untuk menghasilkan karya seni.

“Dari ketiga era ini, kreativitas manusia tidak bisa ditinggalkan. Imajinasi membutuhkan kreativitas, sementara kreativitas membutuhkan kemampuan berpikir,” ujar Teguh.

Teknologi AI saat ini merupakan sebuah keniscayaan, artinya manusia tidak dapat menolak kehadiran AI di semua bidang kehidupan. AI tidak akan menggantikan manusia, tetapi manusia yang tidak bisa menggunakan AI akan tergantikan. Ketika menguasai AI, maka akan mempercepat pekerjaan dan meningkatkan produktivitas.

“AI tidak bisa menggantikan manusia, tetapi kita harus menggandeng AI sebagai alat bantu kita,” ujar Teguh.

Menurut Teguh, kemampuan imajinasi manusia lebih sempurna dibandingkan AI, namun kehadiran AI membantu mewujudkan imajinasi manusia. AI juga masih memiliki kekurangan, seperti konsistensi. Adanya kompetisi antar platform AI menciptakan keuntungan bagi manusia, dimana platform-platform tersebut berlomba-lomba menciptakan AI yang lebih canggih.

Pront Sebagai Cara Berinteraksi dengan AI

Prompt merupakan teknik memberikan instruksi atau perintah yang jelas dan terarah kepada AI agar AI dapat menghasilkan jawaban yang diinginkan. Tujuan dari prompt adalah menghasilkan respons AI yang relevan, akurat, dan sesuai konteks. Komponen dasar dalam membuat prompt, meliputi instruksi yang jelas, konteks yang relevan, dan format atau gaya output.

Kekuatan AI terletak pada kelihaian manusia membuat prompt karena prompt adalah cara berkomunikasi dengan AI. Agar AI paham dengan instruksi yang diberikan maka prompt yang dimasukkan harus detail.

Meskipun kemajuan AI tidak dapat dibendung, terdapat beberapa hal yang membedakan antara manusia dan AI, yaitu manusia memiliki rasa dan empati sehingga ketika berinteraksi dengan manusia akan ada gestur tubuh yang nyata, sementara AI merupakan mesin yang bekerja sesuai perintah. AI tidak akan menggantikan manusia, tetapi manusia juga perlu beradaptasi dengan keberadaan AI.

“Jangan takut digantikan oleh AI. Kita harus lebih kreatif karena kreativitas muncul bukan dari AI. AI tergantung prompt yang dibuat oleh manusia. AI dijadikan sebagai teman berdialog untuk mencari ide-ide baru,” tutup Teguh.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *