RBN || Jakarta
Saat ini, manusia hidup di jaman dimana data menjadi komoditas paling mahal. Semua yang kita klik, cari, atau sukai akan menjadi bahan bakar ekonomi digital. Namun, peredaran data memiliki dampak positif dan negatif. Hal ini disampaikan oleh Founder Dharma Intelligence, Danny Kosasih, dalam tayangan Bincang Online Inspiratif (BIONS) Seri 277, pada Sabtu (11/10).
Danny menjelaskan bahwa setiap orang memiliki data, seperti tempat tanggal lahir, usia, pendidikan, pekerjaan, dan sebagainya. Data tersebut menampilkan profil seseorang secara relevan. Setiap orang memiliki hak untuk memiliki data tergantung bagaimana cara menyimpan data dalam bentuk yang mudah diakses sehingga dapat menghasilkan informasi yang dibutuhkan.
Keberadaan AI membuat sebagian orang khawatir bahwa AI akan menggantikan tenaga manusia. Namun, perkembangan teknologi justru mempercepat dan meningkatkan kemampuan manusia. AI membantu manusia untuk membuat keputusan yang lebih cepat dan akurat. Manusia dapat bertransformasi menjadi lebih baik dengan bantuan AI.
“AI tidak mencuri pekerjaan orang, tetapi orang yang menggunakan AI berpotensi mencuri pekerjaan orang lain,” ujar Danny.
Algoritma berpengaruh terhadap konten yang kita konsumsi setiap hari, sehingga algoritma dapat membentuk opini publik. Demokrasi membuat kita menganggap bahwa semua orang memiliki hak untuk menyatakan pendapat, namun masih terdapat bias informasi sebab banyak media yang menggiring opini publik, serta beredarnya berita hoaks.
“Kita harus melatih AI agar mengerti pemikiran kita dan menjadi asisten intelligence kita. Kita yang harus memerintah AI, bukan sebaliknya,” kata Danny.
Danny menjelaskan bahwa saat ini penggunaan AI masih dalam tahap dasar, seperti chatbot di marketplace. Kemudian, AI digunakan dalam bidang perbankan untuk memberikan rekomendasi. Penggunaan AI harus dibarengi dengan etika, yaitu memberikan batasan pada AI sampai sejauh mana AI bisa melakukan analisis.
“Penggunaan AI harus dibarengi dengan kemampuan berpikir kritis, edukasi, dan literasi, sebab mau tidak mau, AI akan merambah ke seluruh sisi kehidupan manusia,” ujar Danny.
Danny menambahkan bahwa kecerdasan tertinggi diberikan oleh Tuhan kepada manusia. Menyadari bahwa AI diciptakan dan dikendalikan oleh manusia, sehingga tidak perlu mendewakan AI.











