BIONS 295: CKG Jadi Harapan Baru Warga Parepare, Penyakit Berbahaya Kini Bisa Dideteksi Lebih Cepat

  • Share
Bincang Online Inspiratif (BIONS) Seri 295

RBN || Jakarta

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas pemerintah terus berjalan di Kota Parepare dan menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat. Meski sempat menghadapi berbagai tantangan di awal pelaksanaan, tenaga kesehatan kini semakin mampu menjalankan program tersebut dan mendeteksi berbagai penyakit sejak dini.

Hal tersebut disampaikan oleh Fungsional Dokter Muda, dr. Haslindah Kadir, S.Ked., M.Kes, dalam tayangan Bincang Online Inspiratif (BIONS) Seri 295, Minggu (22/2/2026), bahwa saat program CKG pertama kali diluncurkan, banyak tenaga kesehatan yang mengalami kebingungan. Hal ini karena sebelumnya pemeriksaan kesehatan lebih banyak dilakukan di dalam gedung, sementara program CKG menuntut pendekatan yang lebih aktif kepada masyarakat.

Menurut dr. Haslindah, CKG merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat, bahkan disebut sebagai “kado ulang tahun” karena masyarakat yang berulang tahun didorong untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas. Namun, pelaksanaan di lapangan tidak selalu mudah. Salah satu kendala yang dihadapi adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk datang ke puskesmas, serta keterbatasan bahan pemeriksaan pada tahap awal.

Selain itu, banyak warga yang belum memahami proses pendaftaran secara online. Untuk mengatasi hal tersebut, tenaga kesehatan melakukan pendekatan melalui sosialisasi langsung dan memanfaatkan media sosial agar masyarakat lebih memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan.

“Melakukan sosialisasi melalui media sosial agar pelaksanaan program CKG cepat berjalan,” ujar dr. Haslindah.

Dari hasil skrining yang dilakukan selama program berjalan, tenaga kesehatan menemukan bahwa penyakit hipertensi dan diabetes cukup banyak dialami masyarakat, termasuk kalangan usia muda. Kondisi ini diduga berkaitan dengan pola makan yang kurang sehat dan gaya hidup yang minim aktivitas fisik.

Untuk itu, tenaga kesehatan memberikan edukasi kepada masyarakat agar memperbaiki pola makan, meningkatkan aktivitas fisik, dan melakukan pemeriksaan rutin setiap tiga bulan di puskesmas.

Selama satu tahun pelaksanaan program CKG, partisipasi masyarakat terus meningkat. Warga yang terdeteksi memiliki gangguan kesehatan kini mulai rutin melakukan kontrol dan pengobatan. Pada tahun kedua pelaksanaan, tenaga kesehatan berencana memperluas jangkauan pemeriksaan dengan lebih aktif turun langsung ke masyarakat, terutama bagi warga yang belum pernah melakukan pemeriksaan.

Upaya ini juga dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, seperti PKK, kelurahan, kecamatan, dan posyandu. Kolaborasi tersebut bertujuan untuk memperluas jangkauan skrining sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan.

“Melakukan kolaborasi dengan PKK, kelurahan, kecamatan, dan posyandu untuk melakukan pemeriksaan CKG sembari memberikan edukasi,” kata dr. Haslindah.

Selain itu, selama bulan Ramadhan, tenaga kesehatan juga menemukan keluhan yang sering dialami masyarakat, terutama gangguan lambung seperti naiknya asam lambung. Kondisi ini umumnya dipicu oleh pola makan yang tidak teratur atau konsumsi makanan yang kurang sesuai saat berpuasa.

Tenaga kesehatan pun mengingatkan masyarakat untuk menjaga pola makan yang sehat selama Ramadhan. Pemeriksaan CKG tetap dapat dilakukan selama bulan puasa dan dinilai penting untuk mengetahui kondisi kesehatan secara dini.

Melalui program CKG, pemerintah berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin, sehingga penyakit dapat dideteksi lebih awal dan ditangani dengan cepat.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *