RBN || Jakarta
Pergerakan wisatawan nusantara selama periode libur Lebaran kembali ditegaskan sebagai penggerak utama roda perekonomian nasional, terutama di berbagai daerah tujuan wisata yang mengalami lonjakan aktivitas konsumsi dan mobilitas masyarakat, seiring tradisi mudik yang tidak hanya berorientasi pada kunjungan keluarga tetapi juga mendorong peningkatan sektor pariwisata dan ekonomi lokal.
Kementerian Pariwisata menilai bahwa tingginya pergerakan masyarakat domestik ini berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan sektor riil, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang secara langsung merasakan dampak peningkatan permintaan selama musim liburan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa wisatawan domestik memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global yang tidak menentu, sekaligus menjadi tulang punggung pemulihan sektor pariwisata nasional pascapandemi.
Di sisi lain, pemerintah terus mendorong optimalisasi momentum ini melalui penguatan promosi destinasi dalam negeri, peningkatan kualitas layanan, serta pengembangan ekosistem pariwisata berbasis lokal agar manfaat ekonomi dapat tersebar lebih merata.
Dengan demikian, arus perjalanan masyarakat selama Lebaran tidak hanya menjadi tradisi sosial tahunan, tetapi juga bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menggerakkan berbagai sektor secara simultan di tingkat nasional maupun daerah.
Sumber: Antara News











