RBN || Karawang
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1). Kegiatan ini menjadi penanda capaian strategis nasional dengan cadangan beras Indonesia yang dikelola Perum Bulog menembus angka lebih dari 3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.
Mengenakan setelan safari berwarna krem, Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 11.13 WIB. Dari atas kendaraannya, Kepala Negara menyapa dan melambaikan tangan kepada masyarakat serta para petani yang telah menunggu kehadirannya sejak pagi.
Dalam agenda tersebut, Presiden didampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Turut hadir Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Hediyati Soeharto, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Presiden Prabowo kemudian meninjau area pameran yang menampilkan berbagai produk hasil inovasi hilirisasi sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan. Sejumlah teknologi pertanian modern turut diperlihatkan, termasuk combine harvester, mesin panen canggih yang mampu memotong, merontokkan, dan membersihkan padi dalam satu proses kerja, guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas petani.
Dalam sambutannya, Presiden menyatakan bahwa capaian cadangan beras nasional ini melampaui rekor pada era Presiden Soeharto dan menjadi bukti nyata kerja keras seluruh jajaran pemerintah, petani, serta pelaku sektor pangan nasional. Ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan fondasi kuat untuk mewujudkan target swasembada pangan yang ditetapkan dalam empat tahun ke depan, bahkan berpotensi tercapai lebih cepat.
Di tengah dinamika global yang diwarnai konflik dan ketidakpastian geopolitik, Presiden Prabowo menekankan bahwa kemandirian pangan adalah syarat mutlak bagi kemerdekaan dan kedaulatan bangsa. Pemerintah, lanjutnya, tidak hanya menargetkan swasembada beras, tetapi juga berbagai komoditas pangan strategis lain, termasuk sumber karbohidrat dan protein, demi menjamin ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.
Sumber:CNN Indonesia











