Mahasiswa Jadi Korban Teror di Jalur Lintas Sumatera, Polisi Kejar Pelaku Hingga Tuntas

  • Share
Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Pol Ichsan Nur, S.I.K. (Foto: Tribrata News)

RBN || Bengkulu

Peristiwa pencurian dengan kekerasan yang menimpa seorang mahasiswa di wilayah Binduriang, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, menjadi perhatian serius aparat kepolisian, setelah korban mengalami luka tusuk akibat serangan brutal dari dua pelaku tak dikenal saat melintas di jalur Bengkulu menuju Lubuklinggau.

Insiden tersebut terjadi ketika korban yang diketahui berusia 23 tahun tengah berkendara seorang diri, kemudian dipepet oleh pelaku yang membawa senjata tajam dan langsung melakukan intimidasi yang berujung pada aksi kekerasan.

Meskipun korban sempat melakukan perlawanan, situasi berubah menjadi semakin berbahaya ketika salah satu pelaku menikam bagian dada sebelah kiri, yang menyebabkan korban mengalami luka serius dan harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan intensif. Hingga saat ini korban dilaporkan dalam kondisi belum sadarkan diri.

Kejadian ini tidak hanya mengguncang rasa aman masyarakat tetapi juga menegaskan adanya potensi kerawanan di jalur lintas antar daerah yang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan, terutama menjelang periode mudik, di mana mobilitas masyarakat meningkat tajam.

Pihak kepolisian melalui Polda Bengkulu menegaskan komitmen kuat untuk mengusut tuntas kasus ini dengan mengerahkan jajaran Polres Rejang Lebong guna melakukan penyelidikan mendalam serta pengejaran intensif terhadap para pelaku yang hingga kini masih dalam pelarian.

Aparat juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan setiap informasi yang berkaitan dengan keberadaan pelaku dengan jaminan perlindungan identitas pelapor.

Selain itu, masyarakat khususnya pengguna jalan diingatkan untuk lebih berhati-hati saat melintasi jalur sepi serta memanfaatkan fasilitas keamanan seperti pos polisi dan layanan darurat sebagai langkah antisipatif guna meminimalkan risiko kejahatan.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa keamanan di ruang publik memerlukan kewaspadaan kolektif serta respons cepat dari aparat agar stabilitas dan rasa aman masyarakat tetap terjaga di tengah meningkatnya aktivitas perjalanan menjelang hari besar keagamaan.

Sumber: Tribrata News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *