RBN || Makkah
Setelah menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), jemaah haji Indonesia gelombang pertama mulai bersiap kembali ke Tanah Air. Proses pemulangan dilakukan secara bertahap mulai 1 Juni 2026 melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi.
Tahap kepulangan ini menjadi bagian akhir dari penyelenggaraan ibadah haji bagi ribuan jemaah Indonesia yang telah menuntaskan berbagai rangkaian ibadah wajib maupun sunnah selama berada di Tanah Suci.
Kepala Biro Humas Kementerian Haji dan Umrah, Hasan Afandi, mengatakan proses pemulangan telah dijadwalkan dan akan berlangsung secara bertahap sesuai kelompok terbang masing-masing.
“Mulai 1 Juni 2026, jemaah haji Indonesia gelombang pertama juga akan memasuki fase kepulangan ke Tanah Air secara bertahap melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah,” kata Hasan dalam keterangan tertulis, Senin (1/6/2026).
Seiring dimulainya fase kepulangan, pemerintah mengingatkan para jemaah untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, termasuk mematuhi seluruh ketentuan penerbangan yang berlaku.
Salah satu aturan yang kembali ditekankan adalah larangan membawa air zamzam di dalam koper bagasi maupun koper kabin. Jemaah tidak perlu khawatir karena distribusi air zamzam akan dilakukan melalui mekanisme resmi yang telah ditetapkan oleh penyelenggara haji.
Selain itu, para jemaah juga diminta memastikan dokumen penting seperti paspor, kartu identitas, tiket perjalanan, serta obat-obatan pribadi tersimpan dengan aman dan mudah dijangkau selama perjalanan pulang.
Di tengah proses pemulangan, Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh pelaksanaan puncak ibadah haji tahun ini berlangsung lancar. Pemerintah juga melaporkan bahwa proses pergerakan jemaah dari Mina menuju hotel-hotel di Makkah telah selesai tanpa kendala berarti.
“Hingga 30 Mei 2026 pukul 15.00 Waktu Arab Saudi, kawasan Mina telah kosong dari jemaah haji Indonesia. Seluruh proses pendorongan jemaah dari Mina menuju hotel di Makkah selesai dengan aman, tertib, dan terkendali,” ujar Hasan.
Setelah kembali ke hotel, jemaah yang mengikuti skema Nafar Awal maupun Nafar Tsani masih melanjutkan sejumlah ibadah dan aktivitas keagamaan sebelum jadwal kepulangan mereka tiba.
Pada fase akhir penyelenggaraan haji ini, perhatian pemerintah juga tertuju pada kondisi kesehatan jemaah. Cuaca panas yang masih melanda Makkah menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai.
Karena itu, jemaah diimbau untuk menjaga kondisi fisik dengan memperbanyak konsumsi air putih, beristirahat yang cukup, serta menggunakan pelindung diri seperti payung atau topi saat beraktivitas di luar ruangan.
Pemerintah berharap seluruh proses pemulangan jemaah haji Indonesia dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman hingga para jemaah kembali berkumpul bersama keluarga di Tanah Air.
Sumber: Tribunnews











