Disambut Hangat Warga, 57 Biksu Thudong Singgah di Mojokerto dalam Perjalanan ke Borobudur

  • Share
Foto: Berita Satu

RBN || Mojokerto

Perjalanan spiritual puluhan biksu Thudong menuju Candi Borobudur mendapat sambutan hangat dari warga Mojokerto, Jawa Timur. Sebanyak 57 biksu asal empat negara yang berjalan kaki dari Bali itu singgah di Kota Mojokerto dan disambut langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama jajaran pemerintah daerah.

Para biksu sebelumnya menempuh perjalanan dari Sidoarjo menuju Mojokerto dan bermalam di Klenteng Hok Siang Kiong. Pada Minggu (17/5/2026) pagi, mereka kembali melanjutkan perjalanan ke arah barat setelah berkeliling Kota Mojokerto dan singgah di Balai Kota.

Di lokasi tersebut, para biksu juga memanjatkan doa untuk keselamatan dunia, khususnya bagi bangsa Indonesia.

Kehadiran rombongan biksu Thudong menarik perhatian masyarakat. Sepanjang perjalanan menuju Candi Brahu di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, warga tampak antusias menyambut mereka dengan memberikan berbagai bekal seperti telur, roti, air mineral, hingga makanan ringan.

Salah seorang warga, Jefri, mengaku sengaja memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian dan toleransi antarumat beragama.

“Berbagi rezeki, ya sebagai sesama umat beragama harus saling berbagi. Semoga semua biksu selamat sampai tujuan,” kata Jefri.

Antusiasme serupa juga ditunjukkan Diah, warga asal Malang yang datang khusus untuk bertemu rombongan biksu Thudong. Ia merasa bangga karena bisa ikut berbagi dalam perjalanan spiritual tersebut.

“Kami turut berbangga bisa memberi kepada Bhante. Semoga dengan perjalanan Bhante ini memberi kedamaian untuk semuanya,” ujarnya.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan sambutan masyarakat terhadap para biksu menjadi bukti kuatnya toleransi yang terjaga di Kota Mojokerto. Menurutnya, daerah tersebut selama ini dikenal sebagai kota toleransi dan pernah mendapat penghargaan dari Kementerian Agama.

“Ini wujud toleransi keberagaman masyarakat Kota Mojokerto dan kami kirimkan doa semoga para biksu dalam melaksanakan perjalanan spiritual ini diberikan kesehatan, kelancaran, dan sampai di Candi Borobudur semuanya bisa bahagia,” ujar Ika.

Ia juga mengapresiasi semangat para biksu yang tetap menjalani perjalanan panjang penuh tantangan dengan tekad dan keyakinan yang kuat.

“Mereka telah melaksanakan perjalanan panjang yang penuh dengan rintangan pasti, dinamika pasti, tapi mereka semuanya dalam perlindungan Tuhan yang Maha Kuasa,” pungkasnya.

Setelah tiba di kawasan Trowulan, para biksu Thudong menyempatkan diri beribadah dengan mengelilingi Candi Brahu. Rombongan kemudian beristirahat di Mahavihara Trowulan sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jombang pada Senin (18/5/2026) pagi.

Sumber: Berita Satu

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *