77 Ribu Jemaah Haji RI Tiba di Tanah Suci, Waspada Ancaman Panas Ekstrem di Makkah

  • Share
Foto: Berita Jatim

RBN || Makkah

Sebanyak 77.269 jemaah haji asal Indonesia telah tiba di Arab Saudi hingga Senin (4/5/2026). Dari jumlah tersebut, 20.098 jemaah sudah berada di Kota Makkah untuk menunaikan rangkaian ibadah umrah wajib.

Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Haji dan Umrah RI, seluruh jemaah yang telah tiba masuk melalui Madinah sebelum diberangkatkan secara bertahap menuju Makkah. Hingga kini, tercatat 199 kelompok terbang (kloter) telah mendarat di Tanah Suci, dengan 52 kloter di antaranya sudah menempati hotel pemondokan di Makkah.

“Update progress kedatangan jemaah haji ke Makkah. Total kedatangan 77.269 jemaah telah tiba di Saudi. Seluruh jemaah yang masuk dalam data saat ini mendarat melalui pintu kedatangan Madinah,” tulis Kemenhaj dalam keterangan resminya.

Di balik kelancaran proses kedatangan, tantangan cuaca ekstrem menjadi perhatian serius. Suhu udara di Makkah dilaporkan mencapai 40 derajat Celsius, jauh lebih tinggi dibandingkan suhu rata-rata di Indonesia.

Kondisi ini mulai berdampak pada kesehatan jemaah, terutama kelompok lanjut usia. Tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKPPJH) Daerah Kerja (Daker) Makkah menemukan sejumlah kasus gejala awal heatstroke pada jemaah yang beraktivitas di sekitar Masjidil Haram selama akhir pekan lalu.

Kepala Seksi PKPPJH, Lansia, dan Disabilitas Daker Makkah, Mayor CKM dr Ridwan Siswanto, Sp.N, menyebut tim medis langsung melakukan pemeriksaan di lapangan guna mencegah kondisi yang lebih serius.

“Kami cek tekanan darah dan saturasi oksigen. Saat itu sempat turun di bawah 95,” ujar Ridwan. Ia juga mengungkapkan, salah satu jemaah yang mengalami penurunan kondisi diduga memiliki riwayat penyakit jantung.

Menghadapi kondisi tersebut, jemaah diimbau untuk mengatur aktivitas dengan bijak, terutama menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang membutuhkan stamina prima.

Ridwan menekankan pentingnya peran ketua kloter dan rombongan dalam melindungi jemaah berisiko tinggi dari paparan panas, khususnya pada siang hari. Ia menyarankan agar ibadah di Masjidil Haram dilakukan pada waktu yang lebih sejuk, seperti setelah subuh atau menjelang maghrib.

Selain itu, jemaah juga diminta tidak memaksakan diri menjalankan umrah sunnah berulang kali agar tidak mengalami kelelahan.

“Jangan sampai saat puncak haji justru kehabisan tenaga. Jemaah harus pintar mengatur strategi,” tegas Ridwan.

Pemerintah berharap seluruh jemaah dalam kuota nasional tahun ini, yang mencapai 221.000 orang, dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan kembali ke Indonesia dalam kondisi sehat.

Sumber: Berita Jatim

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *