BIONS 272: Pentingnya Kolaborasi Untuk Mewujudkan Tata Kelola Pariwisata Inklusif

  • Share
BIONS 272: Pentingnya Kolaborasi Untuk Mewujudkan Tata Kelola Pariwisata Inklusif
BIONS 272: Pentingnya Kolaborasi Untuk Mewujudkan Tata Kelola Pariwisata Inklusif

RBN || Jakarta

Hari Pariwisata Internasional yang diperingati setiap tanggal 27 September selalu membawa pesan penting bagi pariwisata dunia. Melalui tema “Pariwisata dan Investasi Hijau”, menekankan tentang keberlanjutan pariwisata sembari menjaga lingkungan dan mengarahkan investasi agar ramah lingkungan, inklusif, dan memberi manfaat jangka panjang.

Idealnya pembangunan pariwisata harus diiringi dengan pelestarian lingkungan, namun saat ini Bali sedang menghadapi permasalahan terkait investasi hijau, yaitu menyangkut pengelolaan sampah. Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif PHRI Bali, IB. Purwa Sidemen, S.Ag, M.Si. dalam tayangan Bincang Online Inspiratif (BIONS) Seri 272 lewat Zoom dan YouTube, pada Sabtu (6/9).

“Dengan tema investasi hijau menyadarkan kita untuk mengambil tindakan nyata dalam menghadapi permasalahan lingkungan,” ujar IB Purwa Sidemen.

Awalnya pariwisata Bali dibangun dengan mempertahankan lingkungan yang masih asri, namun seiring perkembangan teknologi serta masifnya pembangunan industri dan perumahan memberikan dampak pada berkurangnya ruang hijau terbuka.

IB Purwa Sidemen menjelaskan bahwa inklusivitas pariwisata Bali telah terbangun sejak dahulu dengan melibatkan peran masyarakat dan pemerintah sebagai regulator serta fasilitator. Pada tahun 2010, PHRI menggaungkan slogan “One Island, One Management” yaitu pembangunan terpadu dengan satu sistem tata kelola dibawah koordinasi pemerintah provinsi Bali.

Kemudian, dibutuhkan peran travel agent untuk menyiapkan akomodasi bagi wisatawan, disamping memberikan informasi dan edukasi kepada wisatawan agar mereka tidak berlaku semena-mena di Bali.

Pemerintah juga perlu membuat aturan dengan memperkuat pengawasan dan pembinaan terhadap para wisatawan yang datang ke Bali untuk menjaga ekosistem pariwisata Bali.

Teknologi digital kini memegang peran penting dalam mendukung pariwisata, mulai dari promosi yang menjangkau lebih luas, peningkatan kualitas layanan bagi wisatawan dengan beragam kebutuhan, hingga pemantauan dampak lingkungan secara berkelanjutan. Bali sebagai destinasi dunia tentu dituntut untuk memanfaatkan teknologi ini secara inklusif.

“Perkembangan IT memberikan nilai positif dan dukungan sehingga lebih cepat dalam berkomunikasi dengan klien, wisatawan, dan stakeholder,” ujar IB Purwa Sidemen.

Ia menambahkan bahwa kini wisatawan menggunakan teknologi untuk mencari informasi terkait akomodasi dan destinasi favorit di Bali. Kehadiran OTA (Online Travel Agent) memudahkan wisatawan untuk memilih akomodasi dengan harga dan promo yang menarik.

Namun, keberadaan teknologi tidak serta merta menggantikan peran manusia dalam hal pelayanan yang humanis. Tetap dibutuhkan sumber daya manusia yang ramah sebagai sentuhan khas bagi keindahan pariwisata Bali.

Kolaborasi menjadi kunci utama untuk membangun pariwisata tanpa meninggalkan jati diri dan ciri khas yang sudah melekat pada keindahan Bali.

“Kolaborasi antara berbagai stakeholder penting bagi pembangunan pariwisata, kepariwisataan tidak bisa dibangun sendiri-sendiri. Dibawah kebijakan pemerintah, kolaborasi penting untuk mewujudkan cita-cita pembangunan yang memberikan kesejahteraan bagi masyarakat,” kata IB Purwa Sidemen.

IB Bagus Sidemen juga menekankan pentingnya sinergi antara pariwisata dengan pertanian untuk menjaga budaya yang ada di Bali. Sebab jika pertanian di Bali hilang maka budayanya juga akan hilang sehingga Bali kehilangan daya tarik di mata para wisatawan. Pertanian menjadi sektor yang kuat dalam menghadapi tantangan global. Pertanian dengan menggunakan cara-cara tradisional dapat menjadi destinasi wisata. Selain itu, PHRI sedang mengembangkan destinasi desa wisata dengan kekhasan masing-masing untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *