BEM STAH DNJ Gelar Malam Sivaratri di Pura Halim Perdanakusuma, Tekankan Eling Diri dan Spiritualitas Generasi Muda

  • Share
Perayaan Malam Sivaratri di Pura Agung Taman Sari Halim Perdanakusuma, Sabtu (17/1/2026). (Foto: RBN)

RBN || Jakarta

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sekolah Tinggi Agama Hindu Dharma Nusantara Jakarta (STAH DNJ) menggelar perayaan Malam Sivaratri di Pura Agung Taman Sari Halim Perdanakusuma, Sabtu (17/1/2026). Kegiatan ini bertujuan memperdalam pemahaman spiritual umat Hindu, khususnya mahasiswa, tentang makna Sivaratri sebagai momentum refleksi dan pembaruan diri.

Kegiatan ini mengusung tema “Perayaan Siwaratri sebagai Pondasi Moral Generasi Muda di Era Modern” yang menghadirkan tiga narasumber, yakni Dewa Ketut Suratnaya, S.Ag., M.M.Pd, I Ketut Ulianta, S.Pd., M.Pd, dan Dr. Anak Agung Ketut Patera, M.Fil.H. Acara berlangsung interaktif dan mendapat sambutan antusias dari peserta yang memadati area pura.

Ketua STAH Dharma Nusantara Jakarta, Dr. Ni Gusti Ayu Ketut Kurniasari Sari, S.IP., M.Si, dalam sambutannya saat membuka acara menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan seperti Malam Sivaratri perlu terus dilaksanakan sebagai upaya membangun kesadaran umat Hindu, terutama generasi muda, di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Narasumber pertama, Dewa Ketut Suratnaya, menjelaskan bahwa Sivaratri merupakan hari untuk eling atau sadar diri. Menurutnya, Malam Sivaratri dimaknai sebagai malam peleburan dosa yang mendorong umat melakukan introspeksi serta meningkatkan pengendalian pikiran, perkataan, dan perbuatan. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya mahasiswa dalam sesi diskusi dan tanya jawab.

Sementara itu, narasumber kedua, I Ketut Ulianta, menyampaikan bahwa Malam Sivaratri adalah malam penuh anugerah dan kesempatan bagi umat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Ia juga berpesan agar generasi muda mampu menguasai digitalisasi sebagai bekal menghadapi era modern, tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual sebagai jati diri.

Narasumber ketiga, Anak Agung Ketut Patera, menekankan pentingnya komunikasi spiritual dalam membangun hubungan harmonis dengan Tuhan. Ia menjelaskan bahwa komunikasi spiritual dapat diwujudkan melalui kesadaran diri, empati, keikhlasan, dan kebijaksanaan dalam bersikap, sehingga tercipta keharmonisan antara manusia, Tuhan, dan lingkungan.

Ketua STAH DNJ, Dr. Ni Gusti Ayu Ketut Kurniasari Sari, S.IP., M.Si bersama Dewa Ketut Suratnaya

Melalui kegiatan ini, BEM STAH DNJ berharap mahasiswa dan umat Hindu dapat memahami makna Sivaratri secara lebih mendalam serta mengimplementasikan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari seiring tantangan perkembangan zaman.

Kegiatan Malam Sivaratri ini turut dihadiri oleh Ketua STAH Dharma Nusantara Jakarta, Wakil Ketua I dan II, Kasubbag Kemahasiswaan, Ketua Pengurus Pura Agung Taman Sari Halim Perdanakusuma, mahasiswa STAH DNJ, anak-anak pasraman Pura Halim, serta umat Hindu di lingkungan Pura Agung Taman Sari Halim Perdanakusuma.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *