Bareskrim Buka Peluang Periksa Dude Harlino Terkait Dugaan Fraud PT Dana Syariah Indonesia

  • Share
Foto: Dude Herlino (dok.detikcom)

RBN || Jakarta

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri membuka peluang memanggil aktor Dude Harlino dalam penyidikan kasus dugaan kecurangan (fraud) yang melibatkan platform investasi PT Dana Syariah Indonesia (DSI). Dude diketahui pernah menjadi brand ambassador perusahaan fintech tersebut.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak mengatakan, saat ini penyidik masih fokus mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi guna mengungkap secara terang dugaan tindak pidana yang terjadi.

“Dalam rangka mencari dan mengumpulkan alat bukti, semua pihak yang dapat memberikan informasi terkait perkara pidana ini akan dipanggil dan dimintai keterangan untuk kepentingan penyidikan,” ujar Ade Safri saat dikonfirmasi, Senin (26/1/2026).

Ade menegaskan, pemanggilan dilakukan terhadap siapa pun yang relevan, termasuk figur publik, apabila dinilai memiliki informasi yang dibutuhkan penyidik. Selain itu, pemeriksaan juga akan menyasar jajaran manajemen PT DSI, termasuk Direktur Utama PT DSI, Tafiq Aljufri. Namun, hingga kini belum ditentukan jadwal pemeriksaan terhadap pihak-pihak tersebut.

Kasus dugaan fraud PT DSI sendiri telah resmi ditingkatkan ke tahap penyidikan sejak 14 Januari 2026. Setelah seluruh alat bukti dan keterangan saksi terkumpul, penyidik akan mengumumkan pihak yang bertanggung jawab dalam perkara ini.

“Yang jelas, penyidik terus bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel dalam mengungkap kasus ini,” tegas Ade Safri.

Sebelumnya, Bareskrim Polri mengungkap adanya indikasi kecurangan dalam kasus gagal bayar PT Dana Syariah Indonesia kepada para pemberi pinjaman (lender). Salah satu modus yang diduga digunakan adalah pembuatan proyek fiktif dengan memanfaatkan data peminjam (borrower) yang telah ada, tanpa proses konfirmasi dan verifikasi yang memadai.

Dalam rangka penyidikan, penyidik juga telah menggeledah kantor pusat PT DSI pada Jumat (23/1) hingga Sabtu (24/1) dini hari. Dari penggeledahan selama sekitar 16 jam tersebut, polisi menyita sejumlah dokumen fisik serta barang bukti elektronik berupa data dan informasi digital yang diduga berkaitan dengan perkara.

Sumber: detiknews

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *