Trump Tidak Senang Mojtaba Khamenei Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran

  • Share
Donald Trump merespons terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran. (AFP/MANDEL NGAN)

RBN || Jakarta

Presiden Amerika Serikat Donald Trump merespons dingin terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Trump bahkan disebut tidak menyukai keputusan tersebut dan menilai penunjukan itu tidak dapat diterima.

“Kita akan lihat nanti,” ujar Trump singkat saat ditanya mengenai terpilihnya Mojtaba Khamenei, seperti dilaporkan Al Jazeera, Senin (9/3).

Sejumlah laporan media internasional menyebut Trump merasa tidak puas dengan keputusan yang diambil oleh otoritas Iran. Ia bahkan sebelumnya menyatakan bahwa siapa pun yang akan menjadi pemimpin baru Iran seharusnya mendapat persetujuan dari Amerika Serikat.

Trump juga secara terbuka menolak Mojtaba Khamenei, putra mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, untuk memimpin negara tersebut.

“Mereka membuang-buang waktu. Putra Khamenei tidak berpengaruh. Saya harus terlibat dalam penunjukan ini, seperti halnya dengan Delcy Rodriguez di Venezuela,” kata Trump pada pekan lalu.

Ia menambahkan bahwa sosok yang memimpin Iran seharusnya mampu membawa stabilitas dan perdamaian bagi negara tersebut.

“Putra Khamenei tidak dapat diterima oleh saya. Kami menginginkan seseorang yang akan membawa harmoni dan perdamaian ke Iran,” ujarnya.

Sementara itu, otoritas Iran secara resmi menetapkan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru melalui keputusan Majelis Ahli, lembaga ulama tertinggi di negara tersebut. Penunjukan ini diumumkan pada Senin (9/3) dini hari waktu setempat.

Mojtaba Khamenei, yang lahir pada 8 September 1969 di Mashhad, merupakan salah satu dari enam anak Ali Khamenei. Pria berusia 56 tahun itu dikenal sebagai ulama yang cenderung tertutup dan jarang tampil di depan publik.

Ia telah lama disebut-sebut sebagai kandidat kuat penerus ayahnya. Kini, dengan terpilihnya sebagai pemimpin tertinggi, Mojtaba memegang otoritas tertinggi dalam sistem politik Iran, termasuk dalam kebijakan militer, keamanan, dan arah politik negara tersebut.

Sumber: CNN INDONESIA

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *