RBN || Korea Selatan
Aksi mogok tanpa batas yang direncanakan oleh pekerja Korea Railroad Corp. (Korail) akhirnya ditunda setelah serikat pekerja mencapai kesepakatan sementara dengan manajemen terkait skema bonus berbasis kinerja. Mogok tersebut sebelumnya dijadwalkan dimulai Kamis (11/12) pukul 09.00 waktu setempat.
Dalam pernyataan resmi pada Kamis pagi, Serikat Pekerja Kereta Korea mengonfirmasi bahwa seluruh layanan kereta akan beroperasi seperti biasa demi menghindari gangguan bagi penumpang, sementara negosiasi lanjutan dengan pihak manajemen masih terus berlangsung.
Pemerintah daerah juga mengirimkan peringatan keselamatan melalui ponsel sekitar pukul 06.30 untuk memberi tahu warga bahwa layanan kereta tetap normal.
Serikat pekerja sebelumnya mengumumkan mogok tanpa batas pada Rabu pukul 15.00 setelah pembicaraan terakhir gagal mencapai kesepakatan. Serikat menilai pemerintah tidak bersedia membahas perbaikan skema bonus berbasis kinerja, salah satu tuntutan utama mereka.
Selain itu, serikat juga menuntut peningkatan standar keselamatan menjelang rencana integrasi layanan kereta cepat KTX dan SR yang diupayakan pemerintah rampung pada 2026.
Walau layanan berjalan normal, ancaman mogok belum sepenuhnya hilang. Negosiasi antara kedua pihak masih berlangsung dan hasilnya akan menentukan langkah serikat berikutnya.
Sementara itu, rencana mogok pekerja di jalur kereta bawah tanah Seoul Line 9 juga berhasil dibatalkan. Operator untuk segmen antara Stasiun Eonju dan Stasiun VHS Medical Center mencapai kesepakatan sementara dengan serikat pekerjanya.
Tiga serikat pekerja Seoul Metro, mulai dari operator Jalur 1 hingga 8, dijadwalkan menggelar perundingan final pada Kamis. Jika pembicaraan gagal maka akan dilakukan mogok massal yang dimulai pada Jumat. Ketiga serikat ini mewakili 86 persen dari total pegawai Seoul Metro.
Sumber: The Korea Herald











