Menkop Yakin Kopdes Merah Putih Akan Jadi Ekosistem Ekonomi Baru di NTT

  • Share
Menteri Koperasi Ferry Juliantono. (Foto: Detik News)

RBN || Kupang

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan keyakinannya bahwa program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan menjadi ekosistem ekonomi baru di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal tersebut disampaikannya dalam kunjungan kerja ke Koperasi Desa Merah Putih (KKMP) Manulai II pada Sabtu, 25 April 2026.

Ferry menegaskan bahwa penguatan koperasi tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada semangat dan peran aktif masyarakat sebagai pelaku ekonomi. Ia menilai koperasi harus menjadi wadah yang benar-benar dimiliki dan dijalankan oleh masyarakat, bukan sekadar penerima manfaat program pemerintah.

“Tapi, yang lebih penting adalah ruhnya kita, semangatnya kita, dan saya yakin dengan semangat Pak Ketua KKMP Manulai II Roby Dami, nanti bangunan fisik yang makin bagus itu akan membersamai semangat untuk membangun koperasi sebagai badan usaha milik masyarakat. Itu bisa berkembang menjadi kekuatan baru ekonomi masyarakat,” ujar Ferry dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/4/2026).

Ia juga menjelaskan bahwa ke depan KKMP Manulai akan diperkuat dengan ketersediaan barang dagangan serta dukungan pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi. Hal ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan usaha koperasi di daerah.

Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menekankan pentingnya kolaborasi dalam memperkuat koperasi di daerah. Menurutnya, koperasi tidak lagi cukup hanya bergerak di bidang simpan pinjam, tetapi harus masuk ke seluruh rantai ekonomi mulai dari produksi, hilirisasi, distribusi, hingga pemasaran.

“Jadi, kita sekarang hidup pada era harus saling topang, saling dukung. Artinya, kita jangan hanya sekadar produksi saja,” ucap Emanuel.

“Namun sampai pada urusan hilirisasi, distribusi, pemasaran, dan bahkan sampai industri. Kita bisa main semua di situ,” sambungnya.

Ketua KKMP Manulai II, Roby Dami, juga menyampaikan bahwa koperasinya mulai berani mengembangkan produk lokal asli NTT. Saat ini sudah tersedia gerai sembako yang merupakan hasil kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk produk beras lokal dari NTT.

“Seperti yang kita lihat semua di sini bahwa telah ada gerai sembako. Ini hasil kerja sama dengan berbagai pihak,” ujar Roby.

“Ini adalah produk asli NTT sesuai arahan dari Bapak Gubernur dan Wagub NTT. Selanjutnya, ada beras juga yang asli dari NTT,” tambahnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah dan pihak terkait, termasuk Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, serta perwakilan Kementerian Koperasi dan LPDB Koperasi.

Sumber: Detik News

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *