Kunjungan Negara Raja Charles ke AS Diharapkan Tetap Berlangsung Meski Ada Kontroversi

  • Share
Raja Charles dan Donald Trump. (Foto: Kirsty Wigglesworth/AFP/Getty Images)

RBN || London

Pemerintah Inggris telah mengonfirmasi bahwa Raja Charles III akan tetap melaksanakan kunjungan negara ke Amerika Serikat pada akhir April 2026, meskipun ada protes dari beberapa politisi yang mengkritik waktu dan situasi kunjungan tersebut.

Kunjungan ini direncanakan untuk menandai peringatan 250 tahun kemerdekaan AS, namun keputusan ini menuai kontroversi karena ketegangan antara Presiden AS Donald Trump dengan Iran. Beberapa anggota parlemen Inggris mengungkapkan kekhawatiran mereka bahwa kunjungan tersebut bisa memalukan bagi kerajaan, mengingat ketegangan politik internasional yang terjadi saat ini.

“Trump akan memanfaatkan kesempatan ini untuk kepentingan pribadinya, terutama dalam menjelang pemilu AS,” kata John McDonnell, anggota parlemen dari Partai Buruh yang mengkritik keputusan tersebut.

Kritik juga datang dari Ketua Komite Urusan Luar Negeri, Emily Thornberry, yang menyarankan agar kunjungan tersebut ditunda selama perang dengan Iran masih berlangsung. Thornberry khawatir bahwa Raja Charles dan Camilla akan merasa dihina akibat situasi tersebut.

Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Italia Matteo Salvini juga mengecam keputusan ini. Macron menyebut kunjungan ini sebagai bagian dari “serangkaian pelanggaran status situs suci di Yerusalem” yang telah dilakukan oleh Trump, sementara Salvini menyebutnya sebagai “tidak dapat diterima dan menghina.”

Pernyataan protes datang juga dari beberapa kelompok yang menentang perang di Timur Tengah, yang menilai kunjungan Raja Charles ke AS akan memberikan legitimasi terhadap kebijakan perang Trump yang sedang berlangsung.

Namun, meski ada penolakan dari sejumlah politisi, pemerintah Inggris tetap mendukung keputusan ini. “Kunjungan ini adalah bagian dari hubungan diplomatik penting, dan kami menganggapnya sebagai kesempatan untuk memperkuat hubungan bilateral antara Inggris dan AS,” ujar seorang juru bicara kerajaan.

Kunjungan ini akan menjadi yang pertama bagi Raja Charles ke AS sebagai monarki, dan juga merupakan kunjungan negara pertama ke AS oleh seorang penguasa Inggris sejak kunjungan Ratu Elizabeth II pada 2007.

Selain mengunjungi Gedung Putih dan menghadiri acara-acara kenegaraan, Raja Charles juga dijadwalkan untuk bertemu dengan Kongres AS dan menghadiri acara untuk memperingati 250 tahun kemerdekaan AS.

Beberapa minggu sebelum kunjungan ini, spekulasi muncul mengenai hubungan Raja Charles dengan anaknya, Pangeran Harry, yang mengalami ketegangan dalam hubungan keluarga. Namun, belum ada konfirmasi apakah Raja Charles akan bertemu dengan Harry dan keluarganya selama kunjungan tersebut.

Sementara itu, Trump, yang dikenal dengan kecintaannya pada keluarga kerajaan, memposting di media sosialnya bahwa kunjungan ini akan menjadi momen bersejarah dan menyatakan bahwa dia sangat menghormati Raja Charles.

Kunjungan ini diperkirakan akan mengundang perhatian dunia dan menjadi simbol hubungan yang terus berkembang antara Inggris dan Amerika Serikat di tengah ketegangan internasional yang ada.

Sumber: The Guardian

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *