RBN || Jakarta
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengatakan bahwa jika 105 ribu unit kendaraan jenis pikap yang direncanakan untuk pengadaan dialokasikan kepada produsen otomotif dalam negeri, bukan impor dari luar negeri, hal tersebut bisa menyerap sekitar 10 ribu tenaga kerja baru dalam periode 6 bulan sampai 1 tahun produksi serta memperpanjang kontrak kerja buruh yang saat ini sudah bekerja di pabrik mobil Indonesia.
Menurut Presiden KSPI Said Iqbal, rencana impor yang tengah diajukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara untuk operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih justru berpotensi menurunkan output produksi di pabrik otomotif lokal dan memicu pemutusan hubungan kerja (PHK) karena buruh di sektor otomotif akan menghadapi berkurangnya pesanan produksi.
KSPI dan Partai Buruh mendesak pemerintah membatalkan rencana impor tersebut, menyerahkan pemenuhan kebutuhan kendaraan kepada pabrikan dengan fasilitas produksi di dalam negeri seperti Hino, Isuzu, Suzuki, Toyota, dan Mitsubishi, serta mempertimbangkan negosiasi spesifikasi jika harga menjadi kendala, karena menurutnya kebijakan yang memberi ruang besar bagi produk impor justru mengancam keberlangsungan industri lokal padahal sumber dana berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang seharusnya turut menggerakkan perekonomian domestik.
Sumber: CNN Indonesia











