RBN || Teluk Oman
Ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada jalur perdagangan energi dunia. Sekitar 200 kapal tanker dilaporkan terjebak di pintu masuk Selat Hormuz pada Selasa (3/3/2026), sehingga total kapal yang tertahan di kawasan tersebut mencapai sekitar 300 unit.
Data tersebut diperoleh dari sistem pelacakan kapal MarineTraffic yang dianalisis kantor berita RIA Novosti. Hingga kini, tidak ada kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz, jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia karena menjadi rute utama pengiriman minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dari negara-negara Teluk ke berbagai negara.
Secara geografis, wilayah utara Selat Hormuz berada di bawah kedaulatan Iran, sedangkan pantai selatannya terbagi antara Uni Emirat Arab dan Oman.
Penghentian aktivitas pelayaran ini terjadi di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah. Situasi keamanan yang tidak menentu membuat banyak kapal tanker memilih menunggu di sekitar kawasan Teluk Oman sebelum melanjutkan perjalanan.
Gangguan di Selat Hormuz dikhawatirkan berdampak besar terhadap distribusi energi global. Pasalnya, sebagian besar pasokan minyak dunia dari negara-negara Teluk melewati jalur strategis tersebut sebelum dikirim ke pasar internasional.
Sumber: Antara News











